lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kasus stunting di Kabupaten Tanah Laut (Tala) menjadi persoalan besar yang penting untuk diselesaikan.
Berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) stunting di Tala masih tinggi.
Dari catatannya Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Tala pada 2024 angka stunting sekitar 3,9 persen.
Kabid Pengendalian Penduduk Data dan Informasi pada DP2KBP3A, Sukarti, mengatakan pemerintah daerah sudah menentukan lokasi fokus (lokus) stunting 2024.
Tempat yang dijadikan lokus stunting berdasarkan desa angka risiko stunting masih tinggi. Adapun tinggi stunting disebabkan empat indikator, seperti masih tingginya keluarga berisiko stunting, dan cakupan layanannya masih merah.
Desa Lokus stunting di 2024 tersebar di 5 kecamatan, yakni Bati-Bati, Pelaihari, Batu Ampar, Jorong dan Tambang Ulang.
“Kami sudah mengadakan rapat dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk menentukan langkah-langkah dalam waktu singkat cepat, tepat sasaran, sehingga dapat menghasilkan dalam waktu 1,5 bulan stunting menurun,” ungkapnya.
Menurutnya, semua SKPD terkait diminta kerjasama melakukan percepatan penurunan stunting.
Kegiatan di Desa Lokus stunting, diadakan percontohan cara memasak makanan berbahan lokal memenuhi gizi anak- anak stunting.
“Diadakan demo masak sehat, dan dihadirkan orang tua juga anak-anak stunting ditambah mendapatkan bantuan bahan makan,” pungkasnya.


