Peringati HUT Proklamasi Tentara ALRI, Gubernur Sahbirin Noor Lepas Barisan Kirab Sepeda Onthel

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.

lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin melepas barisan kirab sepeda onthel yang dimulai di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (15/5/2024).

Kirab para onthelis (sebutan untuk pecinta sepeda onthel) ini mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan di Kalsel.

Bacaan Lainnya

Sebelum melepas peserta kirab Gubernur mengapresiasi kesetiaan para onthelis dalam memeriahkan HUT Tentara ALRI Pertahanan Kalimantan setiap tahun dengan bersepeda dari Banjarmasin sampai kilometer 20 Liang Anggang atau Makam Pahlawan Nasional Brigjen Hasan Basri di Kota Banjarbaru.

Menurut Gubernur, peringatan HUT Tentara ALRI Pertahanan Kalimantan adalah sebuah harga yang tidak ternilai bagi rakyat Kalsel, karena saat ini bisa bernapas lega di alam kemerdekaan.

“Maka dari itu Rakyat Banua patut bersyukur bisa hidup dalam kedamaian. Oleh karena itu, Jas Merah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah,” ujar Paman Birin.

Sementara itu, Praptono Zakaria, onthelis Banjarmasin mengaku bangga dan senang mengikuti kirab memeriahkan HUT Tentara ALRI Pertahanan Kalimantan.

Menurutnya, kirab sebagai upaya menggaungkan perjuangan kepada generasi muda saat ini, untuk bersama-sama membangun banua.

“Kirab ini salah satu wujud kami para onthelis untuk selalu mengingat jasa-jasa para pejuang, khususnya Tentara ALRI Pertahanan Kalimantan,” katanya.

Adapun dalam kegiatan itu Gubernur Paman Birin, sebagai bentuk penghargaan dan apresiasinya kepada para onthelis, empat orang yang tiba di garis finis, akan diberikan hadian umrah gratis.

Untuk diingat kembali, Proklamasi 17 Mei 1949 merupakan sejarah penting bagi rakyat Kalsel, karena dalam proklamasi Itulah, muncul pernyataan dan penegasan kepada rakyat dan dunia , bahwa gerilya ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan benar-benar ada dan mempunyai kekuatan bahkan eksistensinya mampu menyusun pemerintahan dalam wilayah RI, walau pun saat itu tanah Kalimantan masih diduduki penjajah.

Sejarah Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan dimulai pada Januari 1949 dengan membuat gerakan gerilya untuk mendapatkan dukungan dari rakyat di desa-desa dan pedalaman Hulu Sungai yang dikenal dengan sebutan Banua Lima.

Aksi gerilya serupa juga dilakukan di Banjarmasin dan Martapura yang melibatkan semua pegawai pemerintah, buruh, perawat, sampai pembantu rumah tangga mengadakan gerakan mogok kerja, bahkan langsung bergabung dengan pasukan gerilya untuk mengambil kendali pos-pos militer belanda di setiap distrik yang dikusai pihak Belanda.

Hingga pada tanggal 2 September 1949, diadakan penghentian permusuhan yang dihadiri pihak Republik Indonesia, pihak Belanda, pihak Negara Australia sebagai Komisi III Negara dan perwakilan dari Divisi IV yang meresmikan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan menjadi bagian resmi dari Angkatan Perang Republik Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *