Kejati Kalsel Laksanakan Penyerahan dan Penyembelihan Hewan Qurban

Acara penyembelihan hewan qurban oleh Kejati Kalsel, Selasa (18/6/2024). Foto: Kejaksaan Tinggi Kalsel
Acara penyembelihan hewan qurban oleh Kejati Kalsel, Selasa (18/6/2024). Foto: Kejaksaan Tinggi Kalsel

lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan melaksanakan pemotongan hewan qurban di halaman rumah dinas di Jalan Adhyaksa, Kecamatan Banjarmasin Timur, Selasa (18/6/2024)

Pada siaran pers Nomor: PR 96/O.3.3.6/Kph.1/06/2024, yang dibuat Kasi Penkum Kejati Kalsel Yuni Priyono bahwa Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Danang Suryo Wibowo,S.H.,LL.M. menyampaikan kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 H.

Bacaan Lainnya

Danang Suryo Wibowo, S.H.,LL.M. menyampaikan ucapkan terimakasih kepada para sahibul Qurban yang telah memberikan kepercayaannya kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.

“Semoga hewan Qurban yang disembelih dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan menjadi amalan yang di Ridhai Allah SWT,” capnya.

Adapun jumlah hewan qurban sebanyak 31 ekor sapi dan 4 ekor kambing dari Sahibul Qurban, beberapa diantaranya berupa hewan qurban sapi dari Jaksa Agung RI, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan
telah diserahkan untuk kegiatan penyembelihan di tempat lainnya, yang mana penyerahan hewan qurban tersebut diwakili Agung Pamungkas, S.H.,M.H selaku Koordinator bidang Intelijen Kejati Kalsel

Dua ekor sapi diserahkan ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, satu ekor sapi diserahkan ke Sekumpul Martapura dan satu ekor sapi diserahkan ke Baznas.Sedangkan 27 ekor sapi dan kambing dilakukan penyembelihan di Mess Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.

“Memaknai Ibadah Qurban di Hari Raya Idul Adha sebagai perwujudan ketakwaan, karena Hari Raya Idul Adha adalah salah satu hari yang mulia, dimana umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan berbagai ibadah, salah satunya menyembelih hewan kurban bagi yang mampu,” paparnya.

“Hari raya Idul Adha yang juga disebut hari raya Kurban mengingatkan kita kepada Nabiyullah Ibrahim AS bersama putranya, Ismail. Ismail adalah putra Nabi Ibrahim yang telah bertahun-tahun dirindukan kehadirannya oleh karenanya sangat disayangi oleh kedua orang tuanya. Dalam suasana saling kasih sayang seperti itu, turunlah perintah dari Allah SWT kepada Nabi Ibrahim, untuk melakukan kurban dengan menyembelih anak kandungnya sendiri, yaitu Ismail,”tuturnya.

Lanjutnya, sehingga Nabi Ibrahim AS, dengan penuh ketaatan dan kepatuhan bersedia melaksanakan perintah itu, dan ketika diceritakan oleh Ibrahim kepada Ismail tentang adanya perintah dari Allah untuk menyembelihnya, Nabi Ismail tidak gentar sedikit pun juga.

Ia rela menerima perintah itu dan meyakinkan ayahnya bahwa ia menerima perintah itu juga dengan penuh ketaatan dan kesabaran.

Keduanya dengan jelas telah sama-sama menunjukkan sikap ingin berkorban yang luar biasa besarnya. Kesediaan Nabi Ibrahim untuk melaksanakan perintah itu, dan kerelaan Ismail untuk menerima perintah itu, merupakan perwujudan dari kepatuhan mereka yang tiada taranya terhadap perintah Allah SWT.

“Pengorbanan yang dilakukan oleh kedua hamba Allah tersebut kini tercatat dalam sejarah sebagai peristiwa yang diabadikan sepanjang masa, yang kita namakan Idul Qurban. Pengorbanan dan ujian seperti itu kiranya dapat kita tanamkan dalam hati sebagai pelajaran yang berharga. Sebaliknya, perlu kita sadari alangkah kecilnya ujian dan pengorbanan kita yang hanya mengorbankan sebagian dari apa yang kita miliki demi memenuhi perintah Allah dalam hari raya Kurban ini,” terang Wakajati Kalsel.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *