Sebagaimana diketahui, waktu tunggu dan kepuasan pasien berhubungan erat dan saling berkaitan satu dengan yang lainnya terhadap pelayanan yang di dapat.
Mahyuni menjelaskan, jika pasien selalu menunggu lebih dari standar waktu yang ada hanya akan membuat pasien merasakan emosi, frustasi, dan beralih ke pelayanan kesehatan lain.
Sebaliknya, selama ini pasien menunggu kurang dari standar yang ditentukan, akan memberikan rasa kepuasan dan terkesan terhadap pelayanan kesehatan.
Proses menyelesaikan resep setiap pasien memerlukan pelayanan yang harus detail dan akurat sehingga membutuhkan durasi yang agak panjang, terlebih jika antrian resep obat banyak dan antrian resep datang bersamaan di waktu yang sama dan juga jumlah kunjungan klinik yang banyak.
Ia bilang, resep obat memerlukan perlakuan yang khusus dan ekstra hati-hati. Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi karena jika salah sedikit dalam melayani obat bisa menjadi racun bagi pasien. Maka dari itu dibutuhkan ketelitian dalam pelayanan obat.
“Inovasi program obat antar kerumah (OBATKU) pada RSUD Hadji Boejasin dimaksudkan sebagai salah satu intervensi dan solusi terhadap waktu tunggu tersebut yang bertujuan untuk dapat lebih memberi kepuasan kepada pasien,” ujarnya.
Tambah Mahyuni, depo Farmasi mempunyai peranan yang sangat krusial dalam roda pelayanan pasien di rumah sakit. Depo Farmasi menjadi muara terakhir kunjungan pasien yang mengharap kesembuhan dengan berobat ke rumah sakit.


