Ribuan obat dengan berbagai resep dan racikan mengalir ke pasien yang berkunjung setiap harinya. Berbagai peranan penting tersebut menobatkan Depo Farmasi menjadi salah satu unit dengan aktivitas terpadat di rumah sakit.
“Dalam upaya memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien dalam berobat ke RSHB maka RSUD dan PT.Pos melakukan Kerjasama dalam jasa penghantaran obat ke rumah pasien sehingga pasien dapat memilih apakah obat diambil sendiri atau diantarkan oleh pos,” jelasnya.
Kepala Dinkes Tala, Isna Farida, berharap agar program ini dapat bermanfaat untuk mengurai antrian obat pasien dan menciptakan persepsi layanan yang lebih baik di rshb terutama bagi pasien klinik rawat jalan.
Hal sama diharapkan oleh Direktur Budi Rukhiyat, agar program layanan antar obat semakin lebih baik dari waktu ke waktu melalui proses evaluasi berkelanjutan agar dapat lebih baik dari waktu ke waktu sesuai dengan harapan.
Executive manager PT Pos,.Arif Zulfahri, menyampaikan kerja sama ini akan dapat menjadi proyek percontohan terutama dalam integrasi sistem layanan di rumah sakit. Adapun tarif layanan yang akan dibebankan akan disesuaikan dengan standar tarif PT Pos dan program ini akan terselenggara awal Oktober 2024.


