lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Sebuah kelotok yang ditumpangi puluhan orang santri Pondok Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru tenggelam di perairan Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (27/10/2024).
Diduga kelotok yang ditumpangi rombongan santri Ponpes Al-Falah itu kelebihan muatan, usai menghadiri acara pernikahan guru mereka dan tenggelam sekitar pukul 17.30 Wita menjelang Salat Magrib.
Akibat kejadian itu, dari puluhan orang di dalam kelotok itu, 3 santri dikabarkan hilang tenggelam, yakni adalah M Hafi Mubarak asal Kaltim, M Riski bin Hamzah asal Kecamatan Sungai Lulut dan M Safriyan asal Pelaihari.
Namun 1 santri bernama M Rizki ditemukan Tim Sar Gabungan, Senin (28/10/2024) dini hari pukul 01.22 Wita, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.
Relawan dari Tim Penyelam Tradisional Water Rescue Alalak Selatan Banjarmasin, Zainal Abdi, menjelaskan satu orang korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Perihal korban kelotok yang tenggelam di perairan Muara Aluh-aluh, Kabupaten Banjar. Untuk korban yang hilang ada 4 orang, 1 ditemukan selamat dan 3 orang dinyatakan hilang. Alhamdulillah sekitar pukul 01.22 Wita 1 orang ditemukan atas nama Muhammad Riski Bin Hamzah warga Sungai Lulut dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya kepada lenterakalimantan.com, Senin pagi
Adapun dua korban lainnya masih dalam tahap pencarian Tim Sar Gabungan.
Dikabarkan peristiwa kecelakaan air terjadi di Desa Aluh-aluh Besar, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari rekanan Basarnas Banjarmasin tiga orang santri dikabarkan tenggelam.
“Pencarian terhadap 3 korban yang hilang terus dilakukan dengan titik koordinat: 3°27’38.5″S/114°31’48.9″E. Adapun 3 korban yang tenggelam M Hafi Mubarak (Kaltim), M Riski Bin Hamzah (Banjarmasin) dan M Safrian (Pelaihari),” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana, Minggu (27/10/2024).

Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi, rombongan santri tersebut berangkat menggunakan kelotok menghadiri pernikahan guru mereka. Namun usai acara rombongan berniat bermain-main menggunakan kelotok dan akhirnya tenggelam karena kelebihan muatan. Puluhan santri berhasil selamat, namun tiga orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
I Putu Sudayana menjelaskan, pihaknya menurunkan enam orang tim rescue Basarnas Banjarmasin untuk menuju lokasi sekitar pukul 19.55 Wita dengan jarak 33 kilometer dengan jarak tempuh sekitar 1 jam.
Adapun unsur potensi di lapangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKP) Banjar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Polsek Aluh-Aluh, BPBD Kalsel, Tagana Kalsel, Pemerintah Desa Aluh-aluh, Gameryuka, Ditpolair Polda Kalsel serta turut membantu warga setempat.


