lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Intensitas curah hujan yang tinggi dan pasang surutnya air mengakibatkan dua jalur alternatif menuju Sekumpul tergenang menjelang Haul Ke-20 Abah Guru Sekumpul.
Jalan tersebut memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Adapun jalan alternatif itu, yakni Desa Keramat dan Tungkaran, Kabupaten Banjar.
Salah satu warga Keramat, Martapura Timur, Arbayah (47) mengatakan daerah tersebut memang sering terjadi banjir bahkan di 2021 lalu tidak bisa dilewati.
“Setiap kali air Sungai Martapura mengalami kenaikan apalagi ditambah hujan dengan intensitas tinggi pasti banjir,” ucapnya, Kamis (2/1/2025).
Orang yang akrab dengan sapaan Bayah berharap agar pihak pemerintah bisa bertindak dalam menanggulangi dengan cara meninggikan jalan tersebut.
“Saya mewakili warga Desa Keramat dan sekitarnya khususnya jalan yang masih rendah memohon kepada pemerintah untuk ditinggikan, karena akses jalan tersebut merupakan jalan buat peziarah yang menuju ke makam Guru Banjar Indah dan Kubah Datu Bagul,” harapnya.
Ia menjelaskan setiap peringatan Haul Abah Guru Sekumpul jalan ini menjadi jalur alternatif bagi para jamaah untuk sampai ke Sekumpul, Martapura.


