Sementara itu, Wawali Ananda yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Banjarmasin turut memberi pandangan dalam menyikapi peran tangguh perempuan di momen peringatan Hari Kartini tahun ini.
Ia menyebut, persoalan stunting sebagaimana tema utama yang diangkat memang masih menjadi momok yang menghantui seluruh Indonesia, Kalsel, maupun Banjarmasin khususnya.
Menurut Wawali Ananda, isu stunting beririsan langsung dengan faktor-faktor lain yang, seperti kesehatan hingga kemiskinan ekstrem. Sehingga, untuk menangani hal ini perlu adanya komunikasi, kolaborasi serta partisipasi aktif yang terstruktur dari seluruh elemen, tak terkecuali masyarakat itu sendiri.
“Kali ini peringatannya spesial, bukan sekadar seremonial tetapi menekankan pada fokus stunting. Terlebih ini juga tugas saya sebagai ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) di Banjarmasin, jadi kami mohon sinergi dan kolaborasi dari pemprov Kalsel untuk menangani stunting di Kota Banjarmasin,” ungkapnya.
BACA JUGA : Film Horor Tanah Borneo Pirunduk Siap Diproduksi: 70 Persen Pemainnya Lokal Kalsel
Lebih lanjut, masih terkait peran tangguh wanita masa kini, Wawali Ananda mengingatkan terhadap orang tua, terutama ibu-ibu agar menjadikan momen Hari Kartini ini sebagai titik balik sekaligus pelopor dalam pendidikan dasar mengenai pentingnya mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah, di lingkungan keluarga.
“Bagi saya pendidikan dan edukasi itu semua dimulai dari peran ibu, apalagi situasi kota kita yang masih tanggap darurat sampah,” tekan Wawali Ananda.
Ia menambahkan, mengubah kebiasaan lama masyarakat untuk bisa mengurangi, memilah, dan mengolah sampah itu harus ditanamkan dalam diri, didasarkan pada niat dan dengan kesadaran penuh.
“Kita ingin peran perempuan, emak-emak kita di Banjarmasin, di Kalsel itu kiranya mulai mengedukasi anak anak sedari dini tentang pengurangan dan pilah sampah,” pungkasnya.
Editor : Rian


