Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Hj Neli Listriani turut mengungkapkan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan lomba, serta kepada para peserta yang menunjukkan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Lomba ini merupakan agenda tahunan untuk menggali inovasi dan memperkuat identitas Sasirangan. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan pelaku IKM Sasirangan agar mampu menciptakan desain yang memadukan nilai tradisional dan sentuhan kontemporer,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga serta mengangkat budaya lokal sebagai bagian dari identitas kota. “Kami ingin setiap Hari Jadi Kota Banjarmasin dihiasi dengan karya-karya terbaik dari para perajin lokal. Ini adalah bentuk dukungan nyata agar Sasirangan semakin dikenal dan dicintai, tidak hanya di tingkat lokal tapi juga nasional hingga internasional,” tutup Neli.
BACA JUGA : Bayar Tagihan Air Tepat Waktu, Warga Banjarmasin Dapat Sepeda Motor
Kepala Disperdagin, Ichrom Muftezar dalam sambutannya menjelaskan untuk peserta pada tahun ini berjumlah sebanyak 31 orang. “Terdiri dari dua kategori, untuk kategori tekstil itu ada 18 orang dan untuk kategori pewarna alam itu ada 13 orang. Jadi totalnya 31 orang peserta pada tahun 2025 ini,” jelasnya.
Lanjut katanya, Disperdagin menyiapkan 24 hak kekayaan intelektual untuk para pengrajin sasirangan di Kota Banjarmasin di tahun 2025 ini.
“Jadi semua motif-motif melalui lomba desain motif sasirangan ini akan dilakukan proses haki untuk menjaga kelestarian khas daerah Kota Banjarmasin. Karena motif ini hanya dimiliki oleh Banjarmasin,” pungkas Tezar.
Editor : Rian


