lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Menyongsong Pemilu 2029 dan Musda pada Januari 2026, DPD Partai Demokrat Kalsel menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Rabu (15/10/2025).
Berlangsung di Rattan Inn Hotel Banjarmasin, Rakerda dihadiri langsung Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Dr. Herman Khaeron, bersama sejumlah pengurus DPP.
Nampak mendampingi Plt. Ketua DPD, Rully Rozano Zarwan; Ketua DPD Demokrat Periode 2021-2025, H. Ibnu Sina; Sekretaris DPD, Bambang Yanto Permono, Bendahara DPD, H. Makmur; anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Partai Demokrat; serta pengurus DPD Partai Demokrat Kalsel dan DPC kabupaten/kota.
Plt. Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel, Rully Rozano, menyampaikan semangat optimisme untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang bintang mercy itu di Bumi Lambung Mangkurat.
“Partai Demokrat pernah berjaya di Negeri ini termasuk di Kalimantan Selatan. Saatnya kita bekerja bersama untuk merebut kembali kejayaan itu,” ujar Rully.
Ia menegaskan, soliditas antarkader sangat penting karena akan menjadi kunci utama untuk menggerakkan roda organisasi.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan partai hanya bisa terwujud jika seluruh kader di Kalsel bergerak bersama. Oleh karena itu, ayo kita bergandengan tangan dengan semangat kebersamaan,” tambahnya.
Penyusunan Blueprint Strategi Pemenangan
Sementara itu, Sekjen DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menekankan pentingnya penyusunan blueprint strategi pemenangan sebagai panduan kerja politik hingga 2029.
“Kemenangan tidak datang begitu saja. Kita harus merumuskannya bersama dengan strategi yang terarah dan realistis,” ujar Herman.
Ia menambahkan, dengan strategi yang matang dan kerja kolektif seluruh kader, Demokrat optimistis dapat memperkuat posisi politiknya di Kalimantan Selatan.
“Insya Allah, Demokrat akan kembali menang pada 2029,” ucapnya lagi.
Terkait dinamika kepemimpinan di internal partai, Herman menegaskan bahwa langkah-langkah restrukturisasi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya memperkuat basis kemenangan.
“Pergantian kepemimpinan adalah bagian dari strategi penugasan untuk mencapai target politik. Saudara Ibnu Sina mendapatkan penugasan khusus untuk mewujudkan misi tersebut,” tutup Herman.
Editor: Rizki


