lenterakalimantan.com, PARINGIN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan kembali menegaskan keseriusannya menghadirkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di daerah. Bersama Tim PSDKU ULM, pemkab melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah fasilitas penunjang perkuliahan di Paringin Selatan, Kamis (4/12/2025).
Peninjauan ini menjadi bagian penting dari tahapan kesiapan menuju visitasi asesor. Empat titik utama yang diperiksa meliputi Sentra Pembibitan Peternakan, UPTD Laboratorium Lingkungan, Balai Latihan Kerja (BLK) Balangan, serta SDIT di belakang Masjid Al-Akbar yang direncanakan sebagai bagian dari infrastruktur pendukung proses pembelajaran dan praktik mahasiswa.
Ketua Tim PSDKU ULM, Ansar Nor, menyebut kondisi sarana yang tersedia di Balangan telah berada pada jalur yang tepat. Ruang-ruang perkuliahan dinilai memadai, sementara fasilitas praktik untuk program studi Peternakan dan Teknik Mesin telah memenuhi kriteria dasar yang dibutuhkan dalam proses akademik.
“Fasilitas utama untuk perkuliahan dan praktik sudah sesuai. Tinggal memastikan kesiapan administrasi dan teknis menuju tahap visitasi asesor,” ujarnya di sela peninjauan.
Ia juga menyoroti posisi geografis Balangan yang strategis di kawasan Banua Anam. Menurutnya, kehadiran PSDKU ULM di Balangan berpotensi besar menjadi magnet baru pendidikan tinggi yang mampu menarik mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Dari sisi pemerintah daerah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Tuhalus, memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar telah dipersiapkan, mulai dari dukungan anggaran hibah, penyediaan gedung perkuliahan, hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya.
“Target kami, dua program studi perdana, Peternakan dan Teknik Mesin, sudah bisa mulai berjalan pada awal 2026. Seluruh fasilitas, termasuk laboratorium dan tempat praktik, telah kami siapkan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar membuka kampus baru, kehadiran PSDKU ULM di Balangan diproyeksikan menjadi motor peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemkab menargetkan lahirnya generasi terdidik yang siap mengisi sektor-sektor strategis daerah, khususnya pertanian, peternakan, industri, dan teknologi tepat guna.
“Pemerintah tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton dalam pembangunan. Kami ingin anak-anak muda Balangan memiliki akses pendidikan tinggi yang berkualitas di daerah sendiri dan berperan langsung dalam kemajuan daerah,” tegas Tuhalus.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, PSDKU ULM Balangan akan menjadi tonggak baru perkembangan pendidikan tinggi di Banua Anam, sekaligus memperkuat transformasi Balangan sebagai daerah yang unggul di sektor pendidikan berbasis potensi lokal.
Editor: Rizki


