lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar difungsikan sebagai lokasi pengungsian bagi warga terdampak banjir sejak akhir Desember 2025. Pengungsian dibuka menyusul meningkatnya ketinggian air di sejumlah wilayah serta permintaan dari pemerintah desa setempat.
Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Wahyu Efendi, mengatakan pengungsian mulai dibuka pada Minggu, (27/12/2025) malam.
“Awalnya pada malam Minggu itu ada kepala desa yang menghubungi kami agar warga bisa mengungsi di sini. Jadi malam tanggal 27 langsung dibuka untuk pengungsian,” ujar Wahyu, Selasa (13/1/26).
Seiring berjalannya waktu, jumlah pengungsi terus bertambah. Ia menyebutkan, pada puncaknya jumlah pengungsi mencapai hampir 170 jiwa sebelum kemudian berangsur menurun.
Hingga 13 Januari 2026, tercatat sebanyak 144 jiwa dari 53 kepala keluarga (KK) masih menempati lokasi pengungsian. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 9 lansia, 116 orang dewasa, 9 anak-anak, dan 10 balita.
Mayoritas pengungsi berasal dari sejumlah wilayah terdampak banjir, di antaranya Desa Bincau, Sungai Tabuk, dan Dalam Pagar.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, konsumsi disediakan tiga kali sehari. Pengelolaan konsumsi dilakukan oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dengan dukungan dari berbagai pihak.
“Untuk makan tiga kali sehari dikelola oleh Dinsos dan BPBD, beberapa kali juga ada bantuan dari MBG,” katanya.
Meski gedung Dinas Pendidikan digunakan sebagai lokasi pengungsian, Wahyu memastikan pelayanan publik tetap berjalan.
“Pengungsian ini tidak mengganggu pelayanan Dinas Pendidikan karena penugasan pegawai dilakukan secara bergantian,” ujarnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait selama lokasi tersebut masih digunakan sebagai tempat pengungsian, sembari menunggu kondisi banjir di wilayah terdampak benar-benar surut.
Editor: Rizki












