lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Warga terdampak banjir yang mengungsi di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menerima berbagai fasilitas dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di lokasi pengungsian. Para pengungsi berasal dari sejumlah wilayah terdampak, termasuk Desa Bincau.
Salah satu pengungsi, Rosanti, warga Desa Bincau, mengaku telah mengungsi sejak 27 Desember 2025. Ia mengatakan keputusan mengungsi diambil mendadak karena ketinggian air yang terus meningkat.
“Sudah mengungsi sebelum haul Abah Guru Sekumpul, malam Minggu itu mengungsi dadakan karena air naik terus,” ujar Rosanti, Selasa (13/1/26).
Ia menuturkan, kondisi banjir saat itu cukup membahayakan, terutama bagi anaknya yang masih berusia enam tahun.
“Waktu itu di depan rumah air sudah setinggi leher anak saya,” katanya.
Selama berada di pengungsian, para pengungsi mendapatkan makan tiga kali sehari, makanan ringan, selimut, alas tidur, serta bantuan sembako. Selain itu, tersedia pula bantuan pakaian, popok bayi dan dewasa, serta susu bagi pengungsi yang membutuhkan.
Hariyadi, warga Desa Bincau lainnya, mengatakan berbagai bantuan tersebut sangat membantu para pengungsi yang harus meninggalkan rumah secara mendadak.
“Bantuan di sini sangat berguna, apalagi untuk yang tidak membawa baju ganti, hanya selembar baju yang dipakai,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, layanan kesehatan juga dirasakan para pengungsi. Hariyadi menyebutkan bahwa ibunya yang sedang mengalami sakit stroke mendapatkan perawatan dan obat-obatan dari Palang Merah Indonesia (PMI).
“Petugas PMI datang tiga kali sehari untuk memberikan obat,” katanya.
Hingga saat ini, para pengungsi masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi banjir surut agar dapat kembali ke rumah masing-masing.
Editor: Rizki












