lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Isu nasional terkait dinamika penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kembali mengemuka di Kalimantan Selatan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menyampaikan aspirasi mereka kepada DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (15/01/2026), dengan menekankan pentingnya menjaga Pilkada sebagai sarana kedaulatan rakyat.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung di Gedung DPRD Prov. Kalsel sejak siang hingga sore hari. Mahasiswa menyoroti wacana mekanisme Pilkada yang saat ini menjadi perhatian publik secara nasional dan dinilai berpotensi melemahkan demokrasi jika tidak berpihak pada suara rakyat.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Rosehan Noor Bahri, S.H., mengatakan bahwa mahasiswa meminta agar aspirasi yang disampaikan dapat diteruskan dan dibahas langsung bersama pimpinan DPRD.
“Adik-adik mahasiswa meminta untuk bertemu langsung dengan pimpinan DPRD. Karena itu, saya belum bisa mengambil sikap lebih jauh sebelum pertemuan tersebut terlaksana. Namun, saya sangat menghargai aspirasi yang mereka sampaikan, khususnya terkait tuntutan mengenai Pilkada,” ujar Rosehan.
Rosehan juga menyampaikan pandangan pribadinya yang sejalan dengan aspirasi mahasiswa. Menurutnya, pelaksanaan Pilkada harus tetap menjamin hak politik masyarakat dan tidak membungkam suara rakyat.
Ia mengakui bahwa Pilkada langsung memang membutuhkan anggaran yang besar. Namun demikian, hal tersebut dapat diimbangi dengan pengawasan yang ketat dari lembaga penyelenggara dan aparat penegak hukum.
“Memang Pilkada langsung membutuhkan biaya yang besar, tetapi dengan pengawasan dari KPU, Bawaslu, serta aparat penegak hukum, mudah-mudahan Pilkada langsung tetap dapat dilaksanakan secara demokratis. Tidak ada jaminan juga bahwa Pilkada melalui DPRD sepenuhnya terbebas dari praktik politik uang,” tegasnya.
Terkait jalannya aksi penyampaian aspirasi, Rosehan turut mengapresiasi peran aparat kepolisian, Satpol PP, serta rekan-rekan media yang ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia mengakui, pada awal kegiatan sempat terjadi ketegangan di lapangan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian, Satpol PP, dan rekan-rekan media. Walaupun awalnya sempat kurang kondusif, setelah dilakukan komunikasi dan pertemuan, situasi dapat berjalan dengan tertib dan kondusif,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi












