lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Peran imam masjid sebagai penjaga harmoni dan persatuan umat menjadi sorotan dalam Tabligh Akbar rangkaian Bridging Konferensi Imam Internasional yang digelar di Masjid Islamic Center Samarinda, Sabtu (25/4/2026).
Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan bahwa imam dan tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai moral serta merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Imam adalah pilar utama dalam memperkuat persatuan umat, baik di tingkat nasional maupun global,” ujarnya dalam sambutan.
Menurutnya, Kalimantan Timur sebagai etalase Indonesia sekaligus wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan miniatur keberagaman bangsa. Beragam suku, agama, dan budaya hidup berdampingan, sehingga harmoni harus terus dijaga secara kolektif.
“Harmoni tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus dirawat bersama. Di sinilah peran aktif tokoh agama sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama RI bersama para imam masjid dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat ukhuwah serta memberikan energi positif bagi pembangunan kehidupan yang damai dan penuh keberkahan di Benua Etam.
Gubernur turut mengapresiasi Ikhtiar Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) atas terselenggaranya kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Imam Internasional pada Oktober mendatang.
Selain itu, ia menyebut kondisi kehidupan beragama di Kalimantan Timur selama ini berjalan baik, toleran, dan penuh rasa saling menghormati. Ia pun merasa bangga kegiatan ini digelar di Islamic Center Samarinda, salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara.
Melalui forum ini, para imam diharapkan dapat memperkuat peran sebagai agen perdamaian, memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan global, serta membangun jejaring lintas daerah hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Steering Committee, Irjen Pol. H. Muhammad Sabilul Alif, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi dan penyatuan persepsi antarimam.
“Kami berharap terbangun kesamaan visi, persatuan yang solid sebagai kekuatan moral bangsa, serta sinergi dalam menjaga harmoni dan menangkal paham ekstrem,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat jejaring antarimam sebagai bagian dari diplomasi keagamaan (religious diplomacy).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Kasrem 091/ASN Kolonel Kav Rahyanto Edy Yuniarto, Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq, Imam Besar Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda KH Muhammad Rasyid, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat daerah, dan imam masjid se-Kalimantan Timur.
Editor: Muhammad Tamyiz


