Sementara itu, Ketua KORMI Kota Banjarmasin, Hj Ananda menegaskan komitmennya mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan.
“KORMI harus menjadi motor penggerak agar masyarakat semakin sehat, bugar, dan gembira melalui olahraga,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan Festival Musik Sampah tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi pemanfaatan limbah menjadi karya kreatif bernilai seni.
“Botol bekas bisa dijadikan alat musik, kaleng menjadi properti seni, hingga sampah plastik diolah menjadi kostum kreatif,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemilihan kawasan Teluk Kelayan bertujuan menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai destinasi wisata kota.
Festival tersebut juga dimeriahkan sejumlah penampilan seni dan musik, termasuk penampilan grup musik lokal Pandaz yang mengangkat pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Editor: Tim Redaksi


