Kejaksaan Tapin Mengawal Kebangkitan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Jajaran pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri Tapin memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tapin, Senin (20/05/2024).
Jajaran pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri Tapin memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tapin, Senin (20/05/2024).

lenterakalimantan.com, RANTAU – Jajaran pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri Tapin memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tapin, pada Senin (20/05/2024).

Upacara dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Ronald Oktha, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Ronald Oktha, mewakili Kajari Tapin, menyampaikan bahwa peringatan Harkitnas ke-116 tahun 2024 telah diatur dalam Surat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo RI) Nomor: 1577/M.KOMINFO/HM.04.01/05/2024.

Bacaan Lainnya

Ronald Oktha menekankan, bahwa saat ini Indonesia berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dirintis oleh para pendiri bangsa. Ia menyebutkan bahwa kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru yang membawa beragam tantangan dan peluang.

“Teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari dan mendorong perubahan revolusioner. Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi,” ujarnya.

Ronald juga mengingatkan tentang pentingnya mengelola bonus demografi dengan bijaksana, salah satunya melalui adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79,5% dari total populasi. Potensi ekonomi digital ASEAN diperkirakan akan meroket hingga 1 triliun USD pada tahun 2030.

“Dalam aspek bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Transformasi digital juga mampu meningkatkan akses terhadap teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,” tambahnya.

Ronald menyatakan bahwa transformasi digital akan mendukung percepatan ekonomi dan membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7% untuk mencapai status negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045.

“Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. Hasilnya sudah mulai bisa dinikmati dari perkotaan hingga pedesaan di seluruh penjuru tanah air. Kebangkitan kedua merupakan momen penting bagi kita saat ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan,” tandasnya.

Menurut Ronald, kemajuan sudah ada di depan mata dan momen ini harus dimanfaatkan agar Indonesia dapat mencapai visi “Indonesia Emas 2045”.

“Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, dan potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju ‘Indonesia Emas 2045’,” pungkasnya.

Dalam peringatan ini turut dihadiri pejabat Eselon IV Kejaksaan Negeri Tapin, termasuk Kepala Sub Bagian Pembinaan (Kasubbagbin), Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Dwi Kurnianto, Kepala Seksi Perdata & Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti & Barang Rampasan (Kasi PB3R) Dimas Rangga Ahimsa, serta jaksa fungsional, analis penuntutan, dan para staf Kejaksaan Negeri Tapin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *