lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat sinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Hal tersebut ditandai dengan kegiatan pencanangan dan apel yang diikuti berbagai unsur, serta penandatanganan komitmen bersama oleh jajaran Forkopimda, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hingga para camat.
Wakil Bupati Tanah Laut, Muhammad Zazuli, menyampaikan apresiasi kepada BPS Tanah Laut atas terselenggaranya pencanangan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah penting dalam pendataan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sensus ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi juga melibatkan seluruh elemen bangsa.
“Melalui sensus ini kita akan mendapatkan gambaran ekonomi secara menyeluruh dan akurat. Data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Zazuli menegaskan, keberhasilan pelaksanaan sensus ekonomi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar agar data yang diperoleh dapat bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala BPS Tanah Laut, Siswo Widjanarko, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang penting untuk melihat struktur perekonomian, terutama setelah perubahan akibat pandemi Covid-19 dan perkembangan ekonomi digital.
“Selain itu, sensus ekonomi juga akan melakukan pemutakhiran data ekonomi masyarakat. Setiap keluarga akan didata,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat dapat membantu kelancaran pendataan dengan menerima petugas serta memberikan jawaban secara jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan,” katanya.
Siswo menambahkan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tanah Laut melibatkan 362 petugas, terdiri dari 317 petugas pendata dan 40 petugas pengawas. Pendataan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Editor: Rizki


