lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Sebanyak 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 dinyatakan lulus setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalimantan Selatan (Kalsel).
Penutupan pelatihan secara resmi dilakukan Gubernur Kalsel, H Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, HM Syarifuddin, di Kampus I BPSDMD Kalsel, Jalan Panglima Batur Timur Nomor 1A, Banjarbaru, Rabu (22/7/2026) pagi.
Ke-40 peserta tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Kalsel serta pemerintah kabupaten dan kota se-Kalsel. Mereka mengikuti pelatihan sejak 27 April 2026 dengan kurikulum yang meliputi Kepemimpinan Pancasila dan Bela Negara, Kepemimpinan Pelayanan, Pengendalian Pekerjaan, serta Aktualisasi Kepemimpinan.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan metode blended learning yang memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal. Dalam rangka mengaktualisasikan kompetensi kepemimpinan, setiap peserta juga diwajibkan menyusun dan mengimplementasikan aksi perubahan di instansi masing-masing dengan melibatkan atasan, kolega, bawahan, serta pemangku kepentingan.
Hasil implementasi aksi perubahan tersebut kemudian dipresentasikan dalam seminar pada 21 Juli 2026. Seluruh peserta selanjutnya menjalani evaluasi komprehensif yang mencakup aspek akademik, sikap dan perilaku, studi lapangan, perencanaan dan implementasi aksi perubahan, serta evaluasi sosiometri.
Dari hasil evaluasi akhir, seluruh peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 15 peserta memperoleh predikat sangat memuaskan, sementara 25 peserta lainnya meraih predikat memuaskan. Tidak terdapat peserta yang dinyatakan tidak lulus maupun ditunda kelulusannya.
Lima peserta dengan peringkat terbaik masing-masing adalah, Robby Cahyadi, dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel, M Fahruraji, dari Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ratmiati, dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Hulu Sungai Utara, Nanang Asari, dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Kabupaten Balangan, serta Fahru Rizal, dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Barito Kuala.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel, H Muhidin yang dibacakan Sekdaprov, HM Syarifuddin, ditegaskan bahwa berakhirnya pelatihan bukan menjadi akhir proses pembelajaran, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi para peserta.
“Pelatihan ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh harus diterapkan di satuan kerja masing-masing agar memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan pelayanan publik bagi masyarakat,” tegasnya.
Gubernur juga mengingatkan agar aksi perubahan yang telah dirancang dan dilaksanakan selama pelatihan tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Para alumni PKA diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
“Jangan sampai aksi perubahan hanya disimpan di dalam laci. Ketika kembali ke instansi, saudara harus menjadi model, memberi contoh, dan menunjukkan perubahan nyata,” ujarnya.
Selain itu, H Muhidin menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel tengah mempersiapkan penerapan sistem manajemen talenta sebagai salah satu dasar dalam pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN). Dengan sistem tersebut, pengembangan karier dan promosi jabatan diharapkan semakin mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, serta hasil pengembangan diri ASN.
“Insya Allah tahun 2026 kita siap menerapkan manajemen talenta. Karena itu, terus tingkatkan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan prestasi agar mampu bersaing secara profesional,” pungkasnya.


