lenterakalimantan.com, TANGERANG – Produk olahan ikan asal Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menjajaki pasar Afrika. Dua pelaku usaha menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan asal Kamerun dalam forum bisnis internasional di Tangerang, Jumat (16/10/2026).
Kerja sama tersebut melibatkan PT Ganiya Bogatama dari Kutai Kartanegara dengan Aqua Conv S.A. dari Kamerun. Sementara itu, UMKM asal Bontang, Tn Fisher, menjalin kesepakatan dengan Cameroon Aquaculture SARL.
Produk yang ditawarkan PT Ganiya Bogatama meliputi abon ikan gabus, tuna, dan nila, camilan berbahan ikan, makanan beku, hingga ikan asin kemasan vakum. Adapun Tn Fisher mengandalkan kerupuk ikan bawiis sebagai produk unggulan.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurutnya, keikutsertaan UMKM dalam forum bisnis internasional menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus mengenalkan produk lokal kepada calon pembeli dari luar negeri.
“Kita bersyukur dan menyambut baik bahwa dalam gelaran Trade Expo ini sudah banyak UMKM Kaltim yang bisa bertransaksi dengan pihak luar. Di stan Kaltim yang diisi banyak pelaku UMKM, sudah banyak yang membangun komunikasi dengan calon pembeli,” ujar Sri Wahyuni.
Ia mengatakan, sejumlah pelaku usaha juga mendapat tindak lanjut dari calon pembeli. Ada yang akan melanjutkan komunikasi melalui Letter of Intent (LoI), sementara lainnya diminta menyempurnakan produk dalam waktu tiga bulan ke depan.
Sri menilai, peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Pemerintah Provinsi Kaltim, lanjutnya, juga mendorong kolaborasi dengan perusahaan dan lembaga sebagai bapak angkat untuk membantu UMKM memperluas pemasaran.
Sejumlah mitra yang terlibat antara lain Bank Indonesia, PT KPC, PT Berau Coal, PT Kaltim Nitrat Indonesia, PT Pupuk Kaltim, dan PHM.
“Ini bapak-angkat yang kemudian memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM Kaltim untuk bertemu dengan pasarnya. Inilah collaborative governance yang kita lakukan. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi perusahaan yang menjadi bapak angkat dan bisa membawa UMKM Kaltim naik kelas,” pungkasnya.
Penandatanganan MoU berlangsung dalam The 2nd Indonesia-Cameroon Business Forum, bagian dari rangkaian Trade Expo Indonesia di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri turut menyaksikan penandatanganan tersebut.


