lenterakalimantan.com, PELAIHARI- Dalam memeriahkan HUT RI Ke-77 hari Kemerdekaan Indonesia, diwarnai berbagai kegiatan perlombaan oleh rakyat Indonesia.
Salah satunya perlombaan yang sudah membudaya sejak dahulu kala yakni panjat pinang.
Panjat pinang biasanya di lakukan di tanah , namun berbeda di Teluk Baru Kelurahan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, warga lebih memilih melangsungkan kegiatan itu di kawasan air sungai.
Hal itu dilakukan, lantaran lebih aman bagi peserta kalau terjadi jatuh dan lebih seru menarik di tonton oleh masyarakat.
Dari pantauan media ini, ada dua pohon Pinang yang diperlombakan, masing-masing berdiri miring yang telah dilumuri oli.
Dari 30 peserta perlombaan panjat pinang dibagi beberapa tim. Aturannya setiap tim diberikan waktu , satu lagu dangdut sampai penyanyi selesai menyelesaikan lagunya.
Terlihat peserta bekerja keras menaklukkan pohon pinang yang telah dilumuri dengan oli, ada beberapa tim yang menyerah terlebih dahulu.
Satu pohon pinang diselesaikan oleh tim berikut sebelum waktu lagu habis. Sesampainya diatas mencabut bendera merah putih dan mengibarkannya.
Sontak ratusan para penonton bersorak terdengar riuh membuat suasana tambah meriah.
Ketua Panitia penyelenggara kegiatan HUT RI Ke-77, Udin Anday katakan, sudah sejak dulu panjat pinang diatas air diadakan setiap hari kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan ini di inisiasi oleh warga RT 8A dan RT 8B , menggunakan anggaran kumpulan hingga terselenggaranya lomba panjat pinang.
“panjat pinang menjadi agenda rutin , namun dua tahun tidak diselenggarakan adanya Covid-19,”katanya.
Menurutnya, kawasan sungai di teluk baru biasa digunakan untuk perlombaan panjat pinang, dan setiap bulan Agustus biasnya debit air sungai menyusut.
“Kegitan perlombaan tahun ini berbeda dengan sebelumnya, melihat antusias warga banyak berdatangan menonton perlombaan panjat pinang,”pungkasnya.


