lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Ratusan penonton memadati Studio XXI Duta Mall Banjarmasin pada malam Pertunjukan Perdana Film Jendela Seribu Sungai (JSS), Senin (10/7/2023).
Nampak dari anak-anak hingga orang tua antusias menyaksikan film yang disutradarai Jay Sukmo & Produser Avesina Soebli.
Tak sampai disitu, kehadiran pemeran film JSS menjadi pusat perhatian. Sebab di sana ada Mathias Muchus, Ian Kasela, M Dhiki Syafii, Agla Artidilia, Halisa Naura dan banyak lagi.
Kepada Media, Jay Sukmo mengatakan, film ini berangkat dari proses yang panjang. Diadaptasi dari novel karya anak banua, Miranda, Mahasiswi Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, yang berjudul Jendela Seribu Sungai.
“Adaptasi skenario dan riset budaya sejak empat tahun lalu, dilanjutkan dengan proses praproduksi selama 1,5 bulan. Proses yang panjang,” jelasnya.
“Ini film tentang anak-anak Banjarmasin, semoga masyarakat mencintai produk sendiri dengan ramai menonton film ini,” sambungnya.
Hal senada juga diungkap Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina. Menurutnya, film JSS diniatkan untuk memotivasi anak muda Kalsel agar berani bermimpi.
“Film ini didedikasikan bagi anak-anak di Banua. Film ini mengukir sejarah baru bagi Banjarmasin,” tuturnya.
Jendela Seribu Sungai merupakan film kerja sama antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Radepa Studio yang akan dirilis secara nasional pada 20 Juli 2023 mendatang.
Film dengan genre drama keluarga ini akan menjadi film yang sangat memotivasi dan menghibur untuk para penontonnya. Film Jendela Seribu Sungai akan menjadi sangat menarik karena rilis saat di Hari Anak Nasional 2023.
Selain memotivasi, yang menjadi kekuatan dari film Jendela Seribu Sungai adalah wajah Banjarmasin yang hadir secara visual. Luar biasa menawan. Air sungai yang berkelok mulai dari pegunungan meratus, hingga hilir sungai Martapura.
Ikon-ikon Banjarmasin, menjadi eksplorasi pembuat film untuk menghadirkan visual yang menarik untuk didatangi.
Dari sisi Budaya, film JSS sendiri menawarkan nilai-nilai kearifan lokal. Juga cerita berbeda ketika menyentuh kehidupan keluarga Dayak Meratus. Ada kekayaan budaya yang ingin ditawarkan kepada penonton tanpa merasa dijejali pesan-pesan dalam film.
Secara keseluruhan, menyaksikan film Jendela Seribu Sungai seperti menyaksikan tema dan isu kebanyakan keluarga-keluarga Indonesia. Relasi anak dan orangtua, sikap protektif orangtua, hingga relasi persahabatan anak-anak menjadi pesan yang sangat positif ingin disampaikan pembuat film kepada penonton. Layak kiranya penonton film Indonesia diberi tawaran film yang menyentuh sisi kehidupan keluarga melalui kaca mata pandang anak-anak.
Jadi, jangan lewatkan tanggal rilis film Jendela Seribu Sungai di bioskop, mulai 20 Juli 2023. Mari rayakan cerita petualangan cita-cita, bersama keluarga, sahabat dan anak-anak tercinta. Biarkan mereka memaknai pesan yang ada dalam film ini.


