lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Bupati Tanah Laut HM Sukamta cangkan Desa Ranggang Dalam, Kecamatan Takisung sebagai Kampung Arang.
“Kualitas arang kayu bakar Desa Ranggang Dalam telah diakui oleh negara-negara Timur Tengah bahkan Benua Eropa,” kata Bupati Sukamta pada acara Manunggal Tuntung Pandang Desa Ranggang Dalam, Jumat, (21/7/2023).
Menurut Bupati Sukamta beberapa pengusaha datang dan ingin melakukan ekspor arang kayu bakar hasil produksi warga Desa Ranggang Dalam ke luar negeri.
Meski pihaknya sebagai orang nomor satu di Tala mendukung importir namun perlu digaris bawahi jangan sampai mengeksploitasi pengrajin arang kayu bakar Tanah Laut.
“Utamanya dari segi harus sesuai jangan murah, misalnya di sana dijual dengan uang dolar hendaknya saat dibeli di sini dengan dolar juga dan buatkan kontrak perjanjian yang jelas. Sekali lagi jangan membodohi warga dengan menurunkan harga belinya,” kata Bupati Sukamta.
Bupati Sukamta menjelaskan kegunaan arang kayu bakar, yakni bisa menjadi salah satu bahan alternatif untuk pemanas ruangan saat datangnya musim dingin di Benua Eropa.
Arang kayu bakar bisa menjadi alternatif pengganti bahan bakar gas (BBG) sedangkan kualitas arang Tanah Laut sudah diakui dunia internasional.
“Saya harap harga arang kayu bakar nanti harganya bisa naik, sehingga pengrajin semakin semangat dan penghasilan bertambah,” pungkasnya.
Di kesempatan itu Bupati Sukamta mencanangkan Desa Sukaramah sebagai Kampung Hortikultura. Sedangkan Desa Handil Babirik sebagai Kampung Kasturi.
Pencanangan itu Bupati ambil berdasarkan ciri khas desa masing-masing.
Bupati Sukamta minta, seluruh SKPD wajib menindaklanjuti Desa berciri khas yang sudah dicanangkan sehingga tidak hanya menjadi ajang seremonial saja.


