Menumbuhkan cara pandang yang positif setiap melihat berbagai persoalan adalah tugas kita semua termasuk para jurnalis. Kekuatan jurnalis melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas tentu harus mampu mendorong perubahan bagi masyarakat ke arah yang lebih baik.
lenterakalimantan.com, Banjarmasin – Insan pers perlu diingatkan terkait pentingnya jurnalisme positif. Pandangan ini disampaikan oleh Jamalul Insan saat dirinya menjadi salah satu narasumber dalam tema Jurnalis Positif dan Pemilu 2024 di Hotel Fugo, Selasa (8/8/2023), Banjarmasin.
Jamalul Insan mengatakan, memberikan informasi yang mencerahkan bukan sekedar mengali keburukan-keburukan, namun aktivitas Pers harus mampu menyuguhkan informasi dari sudut pandang yang lebih eksplorasi.

Jamalul Insan saat di wawancarai pihak lenterakalimantan.com, Selasa, (8/8/2023) Sumber: MUHAMMAD TAMYIZ INEWS for lenterakalimantan.com
“Ya kawan-kawan bisa memberikan informasi yang mencerahkan bukan sekedar mengali keburukan-keburukan, ya optimisme lah, bahwa kedepan semua aktivitas pemilu adalah membangun sikap optimisme,” ucapnya.
Tak hanya dalam persoalan pemberitaan Bad News Good News, dirinya juga menyakini bahwa pemberitaan bersifat Good News bisa mengarahkan hal-hal yang mampu mendorong perubahan positif bagi masyarakat.
“Ya arahnya begitu, kan kita belajar pada pemilu sebelumnya, selama ini pemilu kita lebih banyak pada informasi-informasi yang mendorong menjadi perpecahan. Jadi kita bersama-sama pers, harus mempunyai kontribusi konstruktif guna membangun dan mendorong optimisme bahwa kedepan menjadi lebih baik,” papar mantan Pemimpin Redaksi MNC Group selama 20 Tahun itu.
Salah satu perserta yang mengikuti kegiatan, Andi M Haswar dari Media Televisi RTV di Kalimantan Selatan mengaku baru mengatahui dan memahami apa itu jurnalis positif.
“Untuk pengetahuan bagaimana sih jurnalisme positif itu, jadi hari ini kami menerima materi dari senior-senior Televisi, Dewan Pers dan IJTI. Kami baru tau, ternyata jurnalis positif itu seperti ini dan penerapan kepublik itu harus seperti apa, itu yang harus kami lakukan di Kalsel,” ungkapnya.
Seperti diketahui, acara yang digelar oleh Dewan Pers ini juga menghadirkan narasumber lainnya, seperti Ken Norton Produser Senior Spesialis Data Metro TV dengan materi memaknai dan membaca data pemilu, kemudian ada Imam Wahyudi dengan topik aplikasi Pemilu 2024, Jamalul Insan dengan topik Jurnalis Positif dan Pemilu 2024, dengan fasilitator oleh Ahmad Setiono dari senior Network Inews TV.
Kemudian acara ini juga dihadiri pemateri soal kepemiluan, yakni Fahmi Failasopa Anggota KPU Kalsel, Aries Mardiono Ketua Bawaslu Kalsel, Atmaji Sapto Anggoro Anggota Dewan Pers dan Anggota KPID Kalsel Farid Soufian.


