lenterakalimantan.com, RANTAU – Dengan adanya Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Muda Berkarya di Desa Pulau Pinang wilayah Kecamatan Binuang, tentunya hal itu bisa menjadi pengembangan potensi Tapin dalam hal pertanian desa.
Hal itu diutarakan Kepala Dinas PMD Rahmadi saat kunjungannya ke pusat pengembangan inovasi Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek).
“Saat ini aset kita memiliki kendala untuk dikembangkan, terutama masalah perizinan atau izin edar untuk produk – produk turunannya pada kegiatan pertanian yang sudah mereka laksanakan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, saat ini ada pupuk organik cair, konsentrat dan pakan untuk ternak dan sudah berhasil diciptakan oleh para petani, namun dalam hal pemasaran masih terkendala.
“Kita ingin produk yang ada bisa diusulkan untuk mendapatkan izin atau kelengkapan surat lainnya agar produk bisa dipasarkan secara luas.
Untuk diketahui, saat ini para petani hanya dapat mengaplikasikan produk hanya untuk lingkungan, seperti produk pupuk cair yang berasal dari air seni ternak sapi dan kambing yang sudah diproses menjadi pupuk. Kemudian ada pula produk konsentrat pakan ternak yang dihasilkan cukup bagus dan digunakan beberapa patani di luar daerah.
“Bahkan ada yang ingin menyuplai produk – produk yang dihasilkan, namun kembali terkendali perizinan,” pungkasnya.
Disisi lain, Pj Bupati Tapin M Syarifuddin menyebut produk pupuk cair dan konsentrat pakan ternak yang dihasilkan petani Tapin merupakan aset daerah.
“Dimana produk ini harus kita dukung untuk pengembangannya kedepan, karena itu kita sudah menghubungi SOPD terkait untuk mendukung usaha ini agar kedepannya produk yang dihasilkan petani bisa berkembang,” ujarnya.
Pj menyebut, dalam hal perizinan baik izin edar, izin produkai dan lainnya harus didukung agar produk olahan bisa berkembang.
“Agar tidak terbentur dengan aturan perdagangan, semua harus kita carikan solusi agar kedepannya tidak bermasalah,” tutupnya.


