lentrakalimantan.com, PELAIHARI – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tanah Laut (Tala) merilis angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayah setempat selama 2024 ada penurunan di angka 3,43 persen, di mana sebelumnya ada pada 3,58 persen.
“TPT di Tala, turun menjadi 0,15 persen, dan terendah ada di peringkat ke 6 se-Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Kepala Disnakerind Tala, Masturi kepada media ini, Senin (2/12/2024).
Ia menjelaskan, dukungan dan kebijakan pemerintah daerah dapat dirasakan dengan adanya penurunan TPT ini. Seperti kebijakan umum terkait dengan pengendalian penduduk, investasi dan penanganan kesehatan.
Penanganan sektor unggulan masuk dalam kebijakan khusus, seperti pertanian, perdagangan, perindustrian dan pariwisata.
“Ini termasuk dalam upaya penyerapan tenaga kerja ditambah pelatihan-pelatihan, perlindungan tenaga kerja dan layanan fasilitasi penempatan tenaga kerja, jadi ada umum dan khusus dijadikan kolaborasi sehingga TPT di Tala menurun,” ujarnya.
Masturi menambahkan, jumlah keseluruhan yang mengikuti pelatihan selama 2024 sebanyak 1.091 orang. Lembaga penyelenggara dari Disnakerind program pemagangan dalam negeri sebanyak 40 orang, pelatihan berbasis kompetensi pelatihan operator alat berat sebanyak 10 orang dan pelatihan kewirausahaan sebanyak 360 orang.
UPT BLK Pelaihari mengadakan, pelatihan berbasis kompetensi dana APBN sebanyak 112 orang, pelatihan berbasis kompetensi berbasis dana APBD sebanyak 192 orang.
Semenatara dari BBPVP Bekasi mengadakan pelatihan berbasis kompetensi Institutional boarding sebanyak 10 orang ditambah dari LPK Swasta dan BLK komunitas mengadakan pelatihan berbasis kompetensi dana mandiri sebanyak 367 orang.
Disnakerind Tala kata Masturi, juga melayani penempatan tenaga kerja bisa dalam negeri maupun penempatan tenaga luar negeri. Pihaknya mendorong pasar kerja bukan saja di Kabupaten setempat melainkan masuk ke pasar luar negeri, bekerja sama BLK Swasta memberikan pelatihan bahasa jepang, BLK lainnya pelatihan di alat berat.
“Kami berharap tenaga kerja yang ke luar negeri itu memiliki skil bukan pekerja rumah tangga,” pungkasnya.


