lenterakalimantan.com, PARINGIN – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Balangan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melakukan survei hingga penilaian terhadap 2 destinasi wisata baru di Kecamatan Halong.
Hal ini diungkapkan Plt Kepala Disporapar Balangan, Melda Risda Elfa, Kamis (5/12/2024).
“Dua objek wisata baru itu, yakni Air Terjun Tayak di Desa Uren, dan Wisata Sawang di Desa Mamigang di Kecamatan Halong,” ujarnya.
Menurutnya, survei ini menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan wisata alam di Kecamatan Halong, serta dapat mendorong pengelolaan berbasis masyarakat, guna meningkatkan daya tarik wisata di Balangan.
“Keberadaan objek wisata ini perlu dikembangkan sebagai upaya untuk menarik minat para wisatawan lokal maupun luar, salah satunya yakni melakukan survei-penilaian,” kata Plt Kepala Disporapar Balangan, yang akrab disapa Melda.
Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Wisata, Sigit Kondang Wibowo, mengungkapkan bahwa survei ini bertujuan mempromosikan wisata lokal serta mengenalkan jalur menuju Air Terjun Batarius.
Ia juga menegaskan betapa pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengelola destinasi wisata demi meningkatkan kesejahteraan warga, maupun daerah sebagai aset berharga yang dimiliki kabupaten yang berjuluk Bumi Sanggam.
“Semoga dengan adanya akses jalan bagi roda empat, destinasi ini semakin ramai dan berkembang, serta dinilai dapat meningkatkan penghasilan warga setempat,” tuturnya.
Di sisi lain, salah seorang anggota Pokdarwis Desa Uren, Tagor, terkait hal ini, ia memaparkan bahwa adanya potensi destinasi wisata baru yang bernama “Gua Muara Aying”, berjarak tidak terlalu jauh dari pusat desa,
“Dari pusat desa kurang lebih berjarak empat kilometer. Dan lokasi tersebut sangat layak dijadikan tempat wisata. Kami berharap masyarakat dan aparat desa bersama-sama mengembangkan serta mempromosikan objek destinasi ini,” imbuhnya.
Anggota Pokdarwis dari Buntar Batarius juga menambahkan bahwa keindahan alam yang masih asri di wilayah tersebut berpotensi besar sebagai tempat wisata dan edukasi.
“Kami berharap ada pembinaan dan dorongan lebih lanjut dari pemerintah daerah, agar pengelolaan destinasi wisata di Kabupaten Balangan, dapat berjalan optimal,” pungkas Midun.


