lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Tradisi tepung tawar kembali menjadi penanda kuatnya pelestarian adat di Kalimantan Timur. Sebagai salah satu ritual warisan leluhur, prosesi ini kerap dilakukan dalam berbagai momentum penting, mulai dari pernikahan, khitanan, pindah rumah, hingga penyambutan tamu kehormatan. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kaltim terus menjaga identitas budayanya di tengah perkembangan zaman.
Nilai-nilai adat tersebut terlihat saat rombongan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan pada Rabu, 19 November 2025. Alih-alih hanya menerima sambutan formal pemerintahan, rombongan yang dipimpin Ketua Tim, Syarief Abdullah Alkadrie, disambut dengan rangkaian prosesi adat khas Kaltim.
Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), beserta istri yang juga Anggota Komisi VI dan Banggar DPR RI, Hj. Sarifah Suraidah Harum, memimpin langsung penyambutan tersebut. Mereka mengalungkan selendang manik dan memasangkan topi Dayak sebagai simbol penghormatan, kemudian mempersilakan prosesi tepung tawar dilakukan kepada seluruh rombongan.
“Selamat datang Pak Ketua. Alhamdulillah sudah tiba di Kalimantan Timur dengan selamat dan sehat walafiat,” ujar Harum.
Kedatangan Banggar DPR RI kali ini untuk mengikuti Rapat Kerja bersama Gubernur Kaltim, para kepala daerah se-Kaltim, DJPK Kemenkeu RI, dan Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Penajam Paser Utara. Selain itu, rombongan juga melakukan peninjauan perkembangan pembangunan IKN, terutama di kawasan Istana Negara dan legislatif.
Ritual tepung tawar dalam penyambutan ini kembali menegaskan bahwa Kaltim tidak hanya menjadi pusat pembangunan nasional melalui IKN, tetapi juga wilayah yang tetap menjaga keluhuran adat sebagai bagian dari identitas dan kebanggaannya.


