lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad seorang warga yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam di Sungai Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu.
Operasi pencarian memasuki hari ketiga pada Selasa (25/11/2025). Sekitar pukul 07.00 Wita, tim kembali melakukan briefing untuk menyiapkan personel, peralatan, serta menentukan metode pencarian yang efektif mengingat kondisi sungai yang berarus deras dan berbatu.
Pada pukul 07.15 Wita, penyisiran kembali dilakukan dengan cakupan area seluas 2 km² ke arah hilir sungai.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 16.15 Wita, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada titik koordinat 3°23’9.64″ S – 115°32’53.20″ E, sekitar 7 kilometer dari lokasi awal kejadian. Jasad korban kemudian dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Seluruh unsur SAR selanjutnya melaksanakan debriefing dan evaluasi operasi pada pukul 17.00 Wita sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.
Korban diketahui bernama Khairan Tomy (28), warga Jalan Balai Madu, Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR, antara lain USS Batulicin, Lanal Kotabaru, Brimob Tanah Bumbu, Koramil Kusan Hulu, Polsek Kusan Hulu, BPBD Tanah Bumbu, Tim Rescue BIB, ERT CK, ERT PPA, ERT Buma, Bankom RAPI, Jhonlin Rescue, serta masyarakat dan keluarga korban.
Adapun peralatan yang digunakan meliputi rescue carrier, rubber boat dengan mesin tempel, tiga set peralatan selam, peralatan water rescue, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa tim menghadapi sejumlah kendala selama operasi, di antaranya kondisi jaringan komunikasi yang tidak stabil serta arus sungai yang kuat dan berbatu.
Namun, ia bersyukur cuaca selama tiga hari pencarian terpantau cerah berawan sehingga operasi dapat berjalan optimal. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang sudah terlibat dalam proses pencarian.
Editor: Muhammad Tamyiz


