lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan se-Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Lalu Lintas Momen 5 Rajab 1447 H, belum lama tadi. Menyusul gelaran Haul Guru Sekumpul atau K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani, yang sudah semakin dekat.
Dalam arahannya saat membuka Rakor, Kadishub Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, mengungkapkan bahwa pihaknya memprediksi momen Haul Guru Sekumpul pada bulan depan akan kembali dipadati jemaah dari berbagai daerah, termasuk luar negeri. Sehingga perlu persiapan yang matang, khususnya dari sisi rekayasa lalu lintas.
Apalagi setiap tahun, gelaran haul menyedot perhatian masyarakat hingga memadati kawasan Sekumpul. Tak hanya di titik yang dekat dengan kubah atau makam Guru Sekumpul, kepadatan juga terjadi di ruas jalan utama. Seperti Jalan Ahmad Yani, baik di kawasan Martapura maupun Kota Banjarbaru.
“Dishub bersama lintas sektor terus melakukan pemantauan jalur masuk dan keluar kawasan Sekumpul agar arus kendaraan tetap aman dan tertib, sekaligus mencegah kepadatan seperti tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pada kesempatan rakor yang juga dihadiri perwakilan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Perhubungan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan Tim Induk Sekumpul, ia juga menyampaikan perlunya persiapan teknis sejak dini.
Pengamanan Haul Sekumpul Berteparan dengan Operasi Nataru
Sementara itu, Kasat PJR (Patroli Jalan Raya) Ditlantas Polda Kalimantan Selatan, Kompol Gustaf Adolf Mamuaya, menegaskan bahwa pengamanan Haul Guru Sekumpul tahun ini bertepatan dengan Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sehingga sangat memungkinkan adanya penambahan personal untuk pengamanan.
Pihaknya juga akan melakukan pembatasan terhadap sejumlah kategori angkutan yang diperbolehkan lewat di jalur utama. Hal itu dilakukan agar arus lalu lintas tetap lancar meskipun ada peningkatan volume kendaraan yang melintas.
“Kami akan menerapkan pembatasan angkutan berat mulai H-2 hingga H+2, kecuali pengangkut sembako dan BBM,” jelasnya.
Penerapan Sistem Satu Arah
Rakor tersebut juga membahas terkait dengan skema pengaturan arus kendaraan. Seperti penerapan sistem one-way atau satu arah pada puncak kegiatan.
Sistem tersebut akan berlaku dari pukul 20.00 hingga 04.00 WITA, dengan pembagian jalur arah Banjarmasin hingga Hulu Sungai. Langkah tersebut guna mengantisipasi lonjakan arus kepulangan jemaah dari lokasi haul.
Selain itu, Dishub juga akan menyiapkan penanda kendaraan jemaah menggunakan stiker warna merah, kuning, dan biru, yang disesuaikan dengan arah kedatangan dan lokasi parkir.
“Stiker ini sangat membantu menghindari crossing kendaraan saat kepulangan,” tambah Gustaf.
Di sisi lain, masyarakat yang datang pada gelaran Haul Guru Sekumpul nanti diharapkan mematuhi instruksi petugas di lapangan. Termasuk memprioritaskan keselamatan demi kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.
Editor: Rizki


