lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Upaya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah terus didorong Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin. Salah satunya melalui pendekatan kolaboratif dengan organisasi kepemudaan.
Hal tersebut terlihat dalam pertemuan antara Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Banjarmasin, Ardian Junaedi, dengan perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin periode 2025–2026, yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog konstruktif, Senin (13/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Ardian menegaskan komitmen Kejaksaan untuk lebih aktif merangkul kalangan pemuda sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung penegakan hukum yang berkeadilan.
Menurutnya, sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program kolaboratif yang menyentuh langsung masyarakat.
“Sinergi antara Kejaksaan dan organisasi kepemudaan dapat diwujudkan melalui penyuluhan hukum, edukasi anti korupsi, hingga kegiatan sosial yang berdampak langsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Lebih lanjut, Ardian juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan antara Kejaksaan dan pemuda. Dengan ruang dialog yang aktif, aspirasi generasi muda dapat terserap dengan baik dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Banjarmasin periode 2025–2026, Muhammad Eldi Bajasosa, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyatakan kesiapan HMI untuk terlibat aktif dalam berbagai program kolaborasi.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan yang memberikan kontribusi positif, khususnya dalam meningkatkan literasi hukum di kalangan generasi muda,” ungkapnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan yang kuat antara Kejari Banjarmasin dan organisasi kepemudaan. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sadar hukum, partisipatif, dan berintegritas.
Editor: Rizki


