lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kalimantan Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Antasari, Banjarmasin, Senin (20/4/2026) pagi.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh AKP Hotman Mangasi Purba, didampingi tim teknis yang terdiri dari AKP Muhammad Rezky, Brigadir Willy P. Lumban T, Brigadir Derissa Anggita Pebrianti, Brigadir Raka Gilang Wira Darmawan, Briptu Fahmi Mubarak, dan Briptu Muhammad Akbar Perdana.
Dalam pemantauan tersebut, tim menyisir sejumlah distributor dan pedagang eceran untuk mengecek fluktuasi harga, khususnya komoditas beras. Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap bahan pokok lainnya seperti minyak goreng, gula pasir, telur, daging ayam dan sapi, cabai, serta bawang.
“Langkah ini merupakan bentuk pengawasan rutin sekaligus preventif untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujar AKP Purba.
Dari hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan stok pangan di Banjarmasin secara umum terpantau aman, meski terdapat fluktuasi harga pada sejumlah komoditas.
Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat Rp16.000 per kilogram atau berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sementara beras medium berkisar Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram dan masih relatif stabil. Gula pasir dijual Rp19.000 per kilogram, berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), sedangkan minyak goreng rakyat (Minyakita) berada di angka Rp15.700 per liter sesuai HET. Kedelai juga tercatat Rp14.400 per kilogram atau di atas HAP.
Sementara itu, pada komoditas cabai dan bawang, harga cabai keriting berada di kisaran Rp47.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Cabai rawit merah mengalami kenaikan hingga Rp91.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp44.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi tercatat antara Rp150.000 hingga Rp154.000 per kilogram atau mengalami kenaikan. Daging ayam ras berada di angka Rp32.000 per kilogram dan cenderung menurun, meski stok mulai berkurang akibat tingginya harga pembelian awal. Sementara itu, telur ayam ras dijual Rp30.000 per kilogram dengan kondisi stok yang mulai menipis, khususnya pasokan dari Pulau Jawa.
AKP Purba menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menjaga kelancaran distribusi.
“Kami pastikan distribusi tetap lancar. Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di atas HET maupun HAP, secara umum stok masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Satgas Pangan Polda Kalsel juga akan terus mengawal perkembangan harga, terutama pada komoditas yang mulai mengalami keterbatasan stok seperti telur dan daging ayam, guna mengantisipasi potensi kelangkaan di pasar tradisional.
Editor: Muhammad Tamyiz


