lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Dinas Sosial Kota Banjarmasin menggandeng kalangan pengusaha melalui pembentukan kepengurusan baru Business Corporate Social Responsibility (BCSR) dalam pertemuan yang digelar di Swiss-Belhotel Banjarmasin, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan seiring berakhirnya masa bakti pengurus BCSR periode 2019-2026. Selain menjadi ajang konsolidasi, agenda juga diisi dengan pemilihan pengurus serta pembentukan tim BCSR Kota Banjarmasin yang baru.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Nuryadi, mengatakan pembentukan BCSR merupakan langkah strategis untuk menghimpun partisipasi dan kontribusi pelaku usaha di Kota Banjarmasin.
“Melalui BCSR ini, kita ingin mengoordinasikan bantuan dan peran pengusaha agar lebih terarah, terutama dalam membantu kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 25 kepala keluarga.
Bantuan tersebut turut diberikan kepada lima penyandang disabilitas yang diundang secara khusus sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok rentan.
Nuryadi menegaskan, keterlibatan dunia usaha sangat penting di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“APBD kita terbatas, sehingga peran pengusaha sangat diperlukan untuk membantu berbagai kebutuhan pembangunan di Banjarmasin, apalagi menjelang peringatan 500 tahun Hari Jadi Kota,” katanya.
Ia berharap BCSR tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga mampu mendorong perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha kecil agar dapat berkembang serta ikut berkontribusi dalam program pemerintah, baik di bidang sosial maupun pariwisata.
Sementara itu, Dinas Sosial Kota Banjarmasin juga terus menjalankan berbagai program bantuan masyarakat, di antaranya penyaluran kursi roda serta bantuan sembako yang ditargetkan menjangkau sekitar 1.500 kepala keluarga.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru BCSR, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendorong pembangunan Kota Banjarmasin yang inklusif dan berkelanjutan.
Editor: Tim Redaksi


