Lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Puluhan ribu peserta didik SMA/MA, SMK, dan SLB di Kalimantan Timur (Kaltim) segera menerima perlengkapan seragam sekolah gratis melalui program Gratispol Pendidikan.
Distribusi program tersebut mulai berjalan setelah Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) menyerahkan secara simbolis paket perlengkapan seragam kepada siswa kelas X SMA Negeri 10 Samarinda di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (1/9/2026).
Paket yang diberikan meliputi seragam putih abu-abu, topi/jilbab, tas, dan sepatu. Program ini menyasar peserta didik sekolah negeri maupun swasta di seluruh wilayah Kaltim.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin mengatakan, penyerahan simbolis tersebut menjadi penanda dimulainya distribusi perlengkapan seragam Gratispol secara bertahap ke kabupaten/kota.
“Alhamdulillah, hari ini Pak Gubernur sudah menyerahkan secara simbolis pakaian seragam Gratispol kepada siswa-siswi di Kalimantan Timur. Selanjutnya, Dinas Pendidikan akan melakukan distribusi secara bertahap,” ujar Armin.
Menurutnya, distribusi dilakukan secara bertahap karena harus menyesuaikan kesiapan pengadaan serta kondisi wilayah penerima, termasuk sekolah-sekolah yang berada di daerah pelosok.
Untuk tahap awal, perlengkapan seragam telah disalurkan ke tiga SMA negeri unggulan. Rinciannya, 355 paket untuk SMA Negeri 10 Samarinda, 144 paket untuk SMA Negeri 3 Tenggarong, dan 36 paket untuk SMA Negeri 2 Sangatta Utara.
Distribusi kemudian berlanjut ke jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB). Sebanyak 851 paket dijadwalkan mulai disalurkan pada 2 September 2026 kepada peserta didik di 36 SLB se-Kaltim.
Sementara untuk jenjang SMK, pembagian perdana direncanakan berlangsung mulai 4 September 2026 di Samarinda dan Balikpapan. Distribusi tahap tersebut mencakup 14 sekolah dengan jumlah penerima sekitar 3.700 siswa.
Armin mengatakan, proses produksi dan pengadaan perlengkapan seragam untuk jenjang SMA dan SMK ditargetkan rampung pada akhir September 2026.
Setelah seluruh paket tersedia, distribusi akan dilanjutkan mulai awal Oktober hingga menjangkau sekolah-sekolah di seluruh Kaltim, termasuk wilayah pelosok.
“Semua target kita paling tidak akhir September sudah rampung. Karena ini bertahap, kita harus bawa ke daerah-daerah dan menyerahkannya di sana. Mudah-mudahan awal Oktober semua sudah sampai ke pelosok,” katanya.
Secara keseluruhan, program perlengkapan seragam sekolah gratis tersebut mencakup 34.389 paket untuk 332 sekolah SMA/MA, 28.308 paket untuk 208 SMK, serta 851 paket untuk 36 SLB.
Dengan total tersebut, program Gratispol Pendidikan tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan seluruh perlengkapan dapat diterima peserta didik secara bertahap sesuai jadwal distribusi.


