lenterakalimantan.com, TAMIANG LAYANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menyatakan siap mengikuti arahan Pemerintah Provinsi terkait kemungkinan peningkatan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Barito Timur, Ahmad Gazali, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan dan instruksi resmi dari pemerintah provinsi terkait penetapan status bencana tersebut.
“Sesuai arahan kepala daerah, dalam hal ini Bupati Barito Timur, kita juga mempersiapkan kemungkinan peningkatan status dari siaga menjadi tanggap darurat,” ujar Gazali di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, penetapan status bencana juga mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dapat berbeda di setiap wilayah.
Menurutnya, kondisi karhutla di Barito Timur saat ini cukup memprihatinkan karena hampir setiap hari muncul titik kebakaran di sejumlah lokasi.
Baca juga: Kadar Kualitas Udara Berbahaya, Disdik Bartim Liburkan Siswa 1–6 September
Terkait penguatan penanganan di lapangan, Gazali menyebut seluruh aparatur sipil negara (ASN) turut dilibatkan sesuai instruksi Bupati Barito Timur. ASN diminta ikut bergerak membantu penanganan di wilayah masing-masing apabila terjadi kebakaran.
“Disesuaikan dengan lokasi domisili. Jika terjadi karhutla di suatu kecamatan, maka ASN yang berada di wilayah tersebut juga ikut terlibat aktif dalam penanganan,” jelasnya.
Selain itu, BPBD Damkar Bartim juga terus melakukan koordinasi melalui rapat daring bersama BPBD Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka memperkuat langkah penanggulangan karhutla.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi peningkatan potensi kebakaran yang dipicu kondisi cuaca panas dan kemarau yang masih berlangsung.
Editor: Rizki


