lenterakalimantan.com, BALIKPAPAN – Warga asal Sinjai, Sulawesi Selatan, yang bermukim di Kalimantan Timur diminta tidak hanya membangun kehidupan di tanah rantau, tetapi juga mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud (Harum) saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah (DPW) Himpun Masyarakat Sinjai (Himas) Kaltim dan DPC Himas se-Kaltim periode 2026–2031 di BSCC Dome Balikpapan, Rabu malam (2/9/2026).
Menurut Rudy Mas’ud, masyarakat Sinjai memiliki sejarah panjang dalam merantau. Tradisi tersebut tidak hanya membawa mereka berpindah dari satu daerah ke daerah lain, tetapi juga turut membawa nilai, budaya, etos kerja, keberanian, dan semangat persaudaraan.
“Ketika sampai di tempat baru, yang dibawa bukan hanya harapan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, tetapi juga nilai, budaya, etos kerja, dan semangat persaudaraan,” kata Gubernur Harum.
Karena itu, ia berharap keberadaan Himas Kaltim tidak berhenti pada kegiatan organisasi maupun seremoni pelantikan. Organisasi tersebut harus mampu menjadi wadah yang memperkuat persatuan sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Organisasi yang baik tidak hanya besar saat pelantikan dan ramai ketika foto bersama. Yang paling utama adalah bagaimana organisasi tersebut aktif dan efektif memberikan manfaat, bukan hanya bagi warga Sinjai, tetapi juga seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.
Gubernur Harum menilai masyarakat Sinjai memiliki karakter kuat sebagai perantau. Keberanian, harga diri, semangat juang, serta kemampuan beradaptasi menjadi modal penting untuk mengambil bagian dalam pembangunan Kaltim.
Ia pun mengajak warga Sinjai di Bumi Etam untuk tidak menempatkan diri sebagai penonton atas berbagai perubahan dan pembangunan yang berlangsung di daerah.
“Sebab itu, ketika sudah sampai di Kalimantan Timur, jangan hanya jadi penonton. Jadilah motor penggerak dan pelaku sejarah pembangunan. Seperti yang dicontohkan Pak Ketua DPW Himas Kaltim,” ujarnya.
Kepada pengurus Himas yang baru dilantik, Rudy berpesan agar amanah organisasi tidak dipandang sebagai sarana mengejar jabatan, melainkan sebagai ruang untuk mengabdi.
“Saya titip pesan kepada semua pengurus yang baru dilantik, jangan cari jabatan di Himas, tetapi carilah pengabdian. Pengabdian kita hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Sebab, yang dicari bukan yang paling terkenal, tetapi siapa yang paling bermanfaat,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh warga Sinjai di Kaltim membuktikan bahwa kekuatan perantau tidak hanya terletak pada kemampuan membangun kehidupan secara mandiri, tetapi juga pada kemampuan menjaga persatuan dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Mari buktikan, warga Sinjai bukan hanya pandai merantau, tetapi juga pandai bersatu dan memberi manfaat,” sambungnya.
Rudy berharap Himas Kaltim ke depan dapat tumbuh sebagai organisasi yang besar, solid, dan konsisten hadir di tengah masyarakat.
“Selamat bekerja kepada semua pengurus. Ingat, sekali kita bersaudara pantang kita bercerai. Sekali kita berjanji, pantang kita berhenti sebelum memberi arti,” tutupnya.
Pelantikan DPW Himas Kaltim dan DPC Himas se-Kaltim tersebut juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama warga Sinjai. Kegiatan menghadirkan ustaz asal Sulawesi Selatan, Das’ad Latif.
Acara yang dihadiri ribuan warga Sinjai itu mengusung tema “Dari Bumi Panrita Kitta ke Bumi Etam”.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, Ketua DPP Himas Eddy Salassa, Ketua KKSS Kaltim Ridwan Tassa, serta Ketua Himas Kaltim periode 2026–2031 Achmad Rustam.
Selain pelantikan dan peringatan Maulid Nabi, kegiatan juga dirangkai dengan peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) Himas Kaltim.


