lenterakalimantan.com, MARTAPURA – PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar bersama Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula memanfaatkan air dari jaringan Irigasi Riam Kanan sebagai sumber alternatif untuk menjaga pasokan air bersih bagi pelanggan di Banjarbaru dan Martapura.
Langkah ini dilakukan menyusul kebocoran pipa transmisi air baku Banjarbakula di kawasan Sungai Landas, Desa Mandikapau, Kabupaten Banjar. Untuk mengatasi gangguan tersebut, PTAM Intan Banjar dan BPAM Banjarbakula berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin terkait pemanfaatan air irigasi sebagai sumber air baku alternatif.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, mengatakan pengolahan air baku dari sumber alternatif tersebut mulai dilakukan pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Melalui kerja sama kedua pihak, kapasitas produksi air bersih mencapai 300 liter per detik. Air yang telah diolah mulai masuk ke reservoir sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
“Sejak pukul 17.00 WITA, kami bersama BPAM Banjarbakula sudah mulai mengolah air baku dari Irigasi Riam Kanan. Saat ini air hasil pengolahan sudah masuk ke reservoir dan selanjutnya akan disalurkan kepada pelanggan,” ujar Mahyuni.
Pemulihan Tekanan Dilakukan Bertahap
Meski pengolahan air telah berjalan, distribusi kepada pelanggan belum sepenuhnya normal. Pemulihan tekanan jaringan membutuhkan waktu agar air dapat menjangkau seluruh wilayah pelayanan, terutama daerah yang berada jauh dari pusat distribusi.
“Air sudah masuk ke reservoir, tetapi tekanan jaringan harus dipulihkan terlebih dahulu. Jadi, distribusi dilakukan bertahap dan tidak bisa langsung menjangkau seluruh pelanggan secara bersamaan,” jelasnya.
Mahyuni menyebutkan, dukungan BWS Kalimantan III berperan penting dalam pemanfaatan sumber air alternatif tersebut. Pasalnya, penggunaan air dari jaringan irigasi memerlukan koordinasi dan persetujuan instansi yang berwenang mengelola sumber daya air.
Manajemen PTAM Intan Banjar pun menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama BWS Kalimantan III bersama BPAM Banjarbakula dalam menjaga pelayanan air bersih di tengah gangguan pasokan.
Menurut Mahyuni, pemanfaatan sumber air alternatif merupakan bagian dari langkah mitigasi untuk mengurangi dampak gangguan infrastruktur pemasok air baku terhadap pelayanan pelanggan.
Gangguan serupa di kawasan Mandikapau juga pernah terjadi pada April dan September 2024. Saat itu, pemanfaatan air dari jaringan Irigasi Riam Kanan turut menjadi alternatif untuk membantu mempertahankan pelayanan selama proses perbaikan berlangsung.
Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk memperkuat koordinasi lintas instansi, mengoptimalkan pemanfaatan sumber air alternatif, serta mempercepat penanganan ketika terjadi gangguan pasokan air baku.
Pastikan Pelayanan kepada Pelanggan Tetap Optimal
Mahyuni menegaskan, PTAM Intan Banjar tetap berupaya menjaga pelayanan meskipun kebocoran terjadi pada infrastruktur pemasok air baku di luar jaringan distribusi perusahaan.
“Prinsip kami, pelayanan kepada masyarakat harus tetap diupayakan semaksimal mungkin. Karena itu, koordinasi dengan BPAM Banjarbakula dan BWS Kalimantan III terus dilakukan agar dampak gangguan dapat ditekan dan distribusi air bersih bisa segera pulih,” tegasnya.
Editor: Rizki


