lenterakalimantan.com, BUNTOK – Sebanyak 287 keluarga di tiga desa wilayah Kecamatan Jenamas menerima bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Pemkab Barsel) Tahun 2026. Penyaluran bantuan tersebut dipusatkan di Desa Rantau Bahuang, Rabu (21/10/2026).
Ketiga desa penerima bantuan tersebut meliputi Desa Tabatan sebanyak 36 keluarga penerima manfaat (KPM), Desa Rantau Bahuang 64 KPM, dan Desa Tampulang 187 KPM. Sementara itu, secara keseluruhan Kecamatan Jenamas yang terdiri dari empat desa dan satu kelurahan tercatat memiliki 878 KPM.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha, S.T., M.T., yang membacakan sambutan Bupati Barito Selatan Dr. H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M. Turut hadir sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Jenamas beserta unsur Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, serta warga penerima bantuan.
Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati, Eddy menyampaikan bahwa penyaluran bantuan merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk bertemu langsung, mendengarkan aspirasi, dan mengetahui kondisi masyarakat.
Ia berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, meskipun belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan setiap keluarga.
Adapun paket bantuan sosial yang disalurkan berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, mi instan lima bungkus, gula pasir 1 kilogram, dan satu kaleng sarden ukuran 155 gram.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Barito Selatan, Syahdani, menjelaskan bahwa penerima bantuan berasal dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1 sampai 4. Jumlah penerima bantuan sosial tersebut mencapai 13.362 KPM di seluruh Kabupaten Barito Selatan.
Untuk menjaga akuntabilitas, transparansi, dan keamanan pengadaan serta penyaluran bantuan, Pemkab Barsel bekerja sama dengan Bulog Cabang Buntok melalui sistem E-Katalog.
Selain bantuan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penyaluran paket makanan bagi keluarga dengan anak berisiko stunting serta Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah turut mengingatkan masyarakat agar memperhatikan asupan gizi dan tumbuh kembang anak. Warga juga diajak menjaga lingkungan selama musim kemarau dan kondisi kabut asap dengan tidak membakar lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran kepada aparat desa maupun pihak terkait.
Sumber: DiskominfoSP


