lenterakalimantan.com, PARINGIN – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan, menyiapkan dasar kebijakan untuk menghadapi tantangan ke depan dalam persoalan kematian ibu dan bayi.
Hal ini diutarakan dr Nika dalam rapat pembahasan ekspose akhir analisa yang berkenaan dengan Angka Kematian Bayi (AKB), dalam kajian survei kepuasan publik di Aula Benteng Tundakan, Paringin, Jumat (26/7/2024).
“Kebanyakan, penyebab kematian ibu dan bayi, yang paling menonjol disebabkan pendarahan, pernikahan di bawah umur, kurangnya sarana dan prasarana, serta infeksi dan eklampsia,” ucapnya.
Menurut dr Nika, sebagian besar kematian ibu dan bayi kebanyakan terjadi di rumah sakit, hal ini dipicu oleh kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, khususnya bagi ibu hamil, dan perawatan bayi.
“Edukasi sangat penting diterapkan di tengah-tengah masyarakat, sehingga dukungan faktor lingkungan, memiliki peranan penting dalam upaya memberikan pengetahuan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ekspose ini, bertujuan untuk menyediakan informasi, dan data yang berkaitan tentang AKB di Kabupaten Balangan, yang akan menjadi dasar kebijakan yang komprehensif di masa depan. Kajian ini disampaikan oleh Ketua Tim Pengembangan LPPM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmaain, Taufik Arbain.
“Kajian dimaksudkan untuk mendalami potensi permasalahan pada aspek pembangunan ekonomi, sosial, budaya, yang menjadi isu penting Kabupaten Balangan untuk menghasilkan kebijakan partisipatif,” jelasnya.
Ia berharap, kepada seluruh unit layanan untuk terus termotivasi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta memperbaiki kualitas pola pelayanan, sebagai satu kesatuan, guna menekan angka kematian ibu dan bayi.
“Percepatan penurunan AKB di Kabupaten Balangan, diharapkan dapat menjadi masukan bagi SKPD terkait, untuk melaksanakan program dengan strategi jangka panjang, menengah, pendek, juga memaksimalkan perbaikan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Taufik Arbain.
Sementara itu, Kepala Bapperida Balangan, Rakhmadi Yusni, mengungkapkan bahwa, dari hasil kajian ini, tentunya banyak hal yang kita dapatkan, sebagai bekal ke depan dalam menentukan arah kebijakan, yang menyasar pada pembangunan daerah dan masyarakat.
“Semoga, apa yang kita rencanakan dan upayakan berjalan dengan baik, sesuai dengan arah kebijakan yang kita ambil dalam upaya perbaikan dari setiap permasalahan,” imbuhnya.
Kegiatan ini, selain dihadiri sejumlah SKPD, juga melibatkan seluruh jajajran Puskesmas di Kabupaten Balangan dan pihak terkait lainnya, guna mempersiapkan tantangan kedepan, sebagai upaya memperbaiki pelayanan yang bersumber dari masyarakat.


