lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Dikabarkan sebelumnya telah ditemukannya jasad pria bersimbah darah yang tergeletak di dekat Masjid Simpang 3, Padang Panjang, Karang Intan, Kabupaten Banjar, diduga korban pembunuhan, Senin (1/7/2024) pagi.
Kapolres banjar AKBP Muhammad Ifan Hariyat melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP H Surwarji menerangkan menurut informasi yang diperoleh melalui pihak keluarga.

“Terakhir korban diketahui pada malam kemarin Minggu (30/6/2024) sekitar pukul 01.00 Wita sempat mengajak saudaranya untuk bertemu dengan seorang perempuan. Namun ditolak karena sudah terlalu larut malam,” terang Suwarji.
Pada pagi harinya tepat pukul 06.45 Wita, saksi berinisial S melihat seorang laki-laki tertidur di pinggir jalan depan pagar masjid.
Tidak lama kemudian teman S yang berinisial RS yang ingin berjualan sayur tiba di lokasi dan saksi S memberitahukan kepada kerabatnya RS terkait seorang pria yang tidur tersebut.
“Setelah RS memeriksa, diketahui laki-laki tersebut sudah meninggal dunia dan RS segera memberitahukan kepada warga sekitar dan warga langsung melapor ke Polsek Karang Intan,” ucapnya.
Adapun barang bukti yang berada dilokasi kejadian saat itu pihaknya mendapati terdapat satu buah senjata tajam yang lengkap dengan sarungnya dan barang bukti lainnya.
“Saat di lokasi kejadian kami mengamankan satu senjata tajam jenis pisau beserta kumpangnya, satu unit hp merek Infinix dan satu unit sepeda motor jenis Honda Scoopy milik korban,” ungkap Suwarji.
Selanjutnya, setelah mayat tersebut di evakuasi ke kamar jenazah RSUD Ratu Zalecha dan dilakukan otopsi oleh dokter jaga RSUD Ratu Zalecha, dr Eko Prasetyono yang didampingi Unit Inafis Satreskrim Polres Banjar dan Kamneg Satintelkam menjelaskan identitas korban.
“Untuk identitas korban diketahui berinisial ABS (23) warga Mandikapau. Kemudian dari hasil pemeriksaan oleh dokter jaga RSUD Ratu Zalecha menyebutkan adanya tindak kekerasan yang dialami korban lantaran hasil pemeriksaan menerangkan ada luka lecet di bahu kiri dan luka terbuka di bagian dada kiri dengan panjang 15 centimeter dan luka dalam sepanjang 2 centimeter,” jelasnya.
Kemudian, Kasi Humas Polres Banjar AKP Surwarji itu pun menyimpulkan sebagaimana berdasarkan hasil pemeriksaan ditemui adanya tanda-tanda kekerasan yang diduga akibat senjata tajam.
“Saat ini untuk korban sudah dibawa menuju rumah duka sesuai permintaan pihak keluarga ke Desa Mandikapau barat untuk di shalatkan dan dimakamkan,” tutup AKP H Suwarji.


