lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Air banjir terjadi di beberapa wilayah desa yang ada pada Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel.
Hal ini disebabkan air sungai di wilayah tersebut sudah tidak mampu menampung air, pada akhirnya air meluap ke pemukiman warga maupun persawahan.
Kapolsek Kurau Iptu Bambang Hariansya, dalam rilisnya menyebutkan dari hasil patroli daerah rawan banjir. Air sudah merendam sebagian rumah warga di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur.
Terjadi peningkatan intensitas hujan yang cukup tinggi dan mengakibatkan debit air meningkat yang signifikan pada Kecamatan Kurau, di Desa Kali Besar 90% pemukiman penduduk terendam ketinggian ± 20-30 cm, Handil Negara 70% pemukiman penduduk terendam ketinggian ± 20-30 cm.
Ia bilang, di Desa Padang Luas 10% pemukiman penduduk terendam ketinggian ± 10-20cm. Kurau 10% pemukiman penduduk terendam ketinggian mencapai ± 10-20cm.
Kemudian, di Kecamatan Bumi Makmur, Desa Bumi Harapan 90% pemukiman penduduk terendam mencapai ketinggian ± 10-20 cm. Handil Suruk 40% pemukiman penduduk terendam ketinggian mencapai ± 10-20 cm, Kurau Utara 10% pemukiman penduduk terendam ketinggian mencapai ± 10-20cm.
“Ada sebagian badan jalan desa terendam sekitar ±10-15cm, namun tidak mengganggu aktivitas warga,” ucapnya.
Kapolsek Iptu Bambang menjelaskan, air sudah mulai merendam rumah warga sejak Senin, 20 Januari 2025 dengan ketinggian air mencapai 10-15cm dari permukaan tanah. Namun mulai surut akibat cuaca kemarin sempat ada panas.
Hari berikutnya pada Selasa, 21 Januari 2025 sekitar jam 01.00 Wita intensitas hujan cukup tinggi sampai sekarang yang mengakibatkan naiknya debit air menjadi 30-50 cm dari permukaan tanah, sedangkan air masuk ke dalam rumah sekitar 10–15 Cm.
“Debit air meningkat karena terjadi hujan deras beberapa hari terakhir sedangkan air yang masuk ke wilayah Kurau maupun Kecamatan Bumi Makmur merupakan kiriman air dari sungai Desa Benua Raya Bati -Bati,” jelasnya.
Selanjutnya Iptu Bambang mengatakan, dikarenakan air laut juga mengalami naik pasang, sehingga berdampak pada aliran air sampai ke laut kurang maksimal, sehingga merendam beberapa wilayah desa di Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur.
“Saat ini masih belum ada warga yang memerlukan evakuasi karena ketinggian air masih dianggap warga aman,” ujarnya.
Pihak Kecamatan Kurau dan Bumi Makmur melakukan pendataan bagi warga yang terdampak yang nantinya akan diajukan mendapat bantuan sembako atau bantuan dapur umum.
“Saat ini di wilayah dua kecamatan cuaca gerimis kemungkinan apabila malam ini intensitas hujan tinggi akan berdampak pada bertambahnya ketinggian air yang merendam rumah warga,” pungkasnya.


