lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menegaskan bahwa setiap rupiah dana hibah yang dikucurkan harus dibarengi dengan tanggung jawab administratif yang mutlak.
Hal ini menjadi poin utama dalam acara “Sosialisasi Pencairan, Pertanggungjawaban, dan Pelaporan Penggunaan Dana Hibah” yang digelar di Gedung Sarantang Saruntung, kompleks Perkantoran Bupati, pada Rabu (4/2/2026).
Pada Tahun Anggaran 2026, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mengalokasikan total dana sebesar Rp.9.273.500.000. Dana tersebut akan disalurkan kepada 146 organisasi keagamaan dan kemasyarakatan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif mereka dalam membangun daerah.
Sekretaris Daerah Tanah Laut, Ismail Fahmi, yang hadir mewakili Bupati, menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar pemberian cuma-cuma, melainkan amanah masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan administratif.
”Pemerintah Kabupaten Tanah Laut senantiasa berkomitmen untuk mendukung peran strategis organisasi keagamaan, dan kemasyarakatan, serta menjaga harmoni persatuan masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar para pengurus organisasi tidak menganggap remeh urusan laporan pertanggungjawaban. Ketelitian dalam mengelola dana sejak tahap pencairan hingga pelaporan adalah kunci agar tidak muncul permasalahan hukum di kemudian hari.
”Melalui sosialisasi ini, saya berharap seluruh penerima hibah dapat memahami dengan baik mekanisme pencairan, tata kelola, penggunaan dana kewajiban administrasi, serta pertanggungjawaban yang harus dipenuhi dengan pemahaman yang utuh diharapkan tidak terjadi kekeliruan,” tegasnya.
Selain masalah teknis pelaporan, pemerintah juga menekankan kepatuhan terhadap regulasi terkait siklus penerimaan hibah guna memastikan keadilan dan pemerataan.
”Hanya ada beberapa organisasi pengecualian yang bisa menerima hibah itu tiap tahun, jadi penerima hibah itu tidak boleh berturut-turut. Kalau tahun ini dapat atas nama lembaga A, maka di tahun 2027 tidak akan dapat lagi,” pungkas Sekda.
Dengan adanya sosialisasi di awal tahun ini, diharapkan seluruh penerima hibah memiliki kesiapan mental dan administrasi untuk mengelola dana daerah secara transparan dan akuntabel.
Editor: Rizki












