lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menyambut baik Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) dari Kementerian Dalam Negeri sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah serta pelayanan dasar bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rakat Mufakat, Pelaihari, Kamis (3/9/2026), sekaligus menjadi momentum bagi Pemkab Tanah Laut untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang saat ini masih menghadapi keterbatasan kapasitas.
Produksi sampah di Kabupaten Tanah Laut mencapai sekitar 150 ton per hari. Namun, kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini baru mampu menangani sekitar 40 ton per hari.
Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, mengapresiasi kepercayaan Kementerian Dalam Negeri yang telah menetapkan Tanah Laut sebagai salah satu daerah penerima program tersebut.
“Selamat datang di Kabupaten Tanah Laut. Dari sekian banyak kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, kita dipercaya mendapatkan bantuan dari program Kementerian Dalam Negeri. Ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang persampahan,” ujar Rahmat.
Baca juga: BPBD Tanah Laut Serahkan Peralatan Pemadam Kebakaran kepada Relawan
Menurutnya, sektor persampahan menjadi salah satu bagian dari 25 program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Saat ini, baru terdapat tiga unit TPS3R yang telah terbangun, sementara dua unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Kapasitas pengelolaan sampah kita masih jauh dari ideal. Tanah Laut menghasilkan 150 ton sampah per hari, tetapi sistem yang ada baru mampu mengolah sekitar 40 ton. Sisanya akan kami arahkan untuk dikelola melalui TPS3R yang tersebar di 11 kecamatan lainnya,” jelasnya.
Melalui program LSDP, Pemkab Tanah Laut berharap adanya pendampingan teknis dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan aset TPA maupun fasilitas pengolahan sampah secara berkelanjutan.
Kunjungan lapangan ini sekaligus menandai dimulainya persiapan implementasi program LSDP secara bertahap, dengan fokus pada pembenahan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelayanan persampahan bagi masyarakat.
Editor: Rizki


