lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Selatan bakal dihelat pada September 2022 mendatang.
Proses pendaftaran bakal calon ketua umum Kadin Kalsel pun sudah ditutup pada pertengahan Agustus 2022 lalu.
Tercatat, ada dua nama yang maju pada Musprov Kadin Kalsel yakni Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kalsel, Hj Shinta Laksmi Dewi dan Ketua Asosiasi Biro Perjalanan dan Travel Indonesia atau (ASITA) Kalsel, Saridi Salimin.
Diketahui Musprov sendiri sempat tertunda beberapa kali sejak tahun 2021 karena minim peminat.
Selain itu sulitnya persyaratan calon perihal pengambilan formulir hingga aturan yang menuntut kesiapan bakal calon diduga menjadi kendala.
Meski demikian, berkas dua bakal calon tersebut saat ini tengah menunggu hasil proses verifikasi keabsahannya di Kadin Pusat.
Melihat hal tersebut, salah satu sesepuh sekaligus mantan pengurus Kadin Kalsel di tahun 1976-1982, H Guntur Prawira angkat bicara.
Dia memberikan saran kepada tim penjaringan bacalon Ketum Kadin Kalsel 2022, agar menerapkan syarat pendaftaran tidak memberatkan para kandidat atau bakal calon.
“Saya selaku keluarga besar Kadin Kalsel, menyambut baik digelarnya Musprov Kadin kalsel 2022 ini, suasana ini harus dihidupkan lagi dalam koridor demokrasi dan tetap menjunjung tinggi AD-ART organisasi. Namun setelah saya menyimak informasi yang tengah hangat, sedikit saran dari saya agar persyaratan bacalon caketum Kadin Kalsel kali ini jangan sampai memberatkan para kandidat, agar ajang kontestasi ini bisa menunjukan gregetnya, semangatnya, dan marwahnya dalam memajukan Kadin Kalsel itu sendiri,” Katanya.
Adapun perihal soal jaminan sebagai bukti keseriusan para bacalon, diterapkan sebagaimana mestinya seperti yang sudah berjalan selama beberapa dekade ini.
“Sepanjang pengalaman saya, adanya uang jaminan seyogyanya adalah sebagai jaminan, dimana dalam aturan yang berjalan selama ini di setiap musda atau musprov sebutannya seperti sekarang ini, memang diperuntukan sebagai tanda keseriusan bacalon, dimana apabila bacalon tersebut tersebut memenangkan pemilihan, uang jaminan tentunya bisa dipergunakan untuk kepentingan dan kebutuhan organisasi.Namun sebaliknya jika bacalon gagal terpilih, uang jaminan seperti biasanya akan dikembalikan kepada bacalon yang gagal tersebut,” Jelasnya.
Guntur berpesan, siapapun yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjaga marwah Kadin Kalsel serta dijauhkan dari berbagai polemik, dan hindari seminim mungkin potensi munculnya ‘suara sumbang’ dari masyarakat akan keberadaan Kadin Kalsel.
“Sudah saatnya KADIN Kalsel kembali ke marwahnya sebagai wadah organisasi pengusaha yang bermartabat, prestisius, profesional, dan mensejahterakan seluruh anggotanya,” Harapnya.
Disinggung soal dua bakal calon yang maju, Guntur menilai keduanya sama-sama potensial, dimana Hj Shinta Laksmi Dewi memiliki jam terbang tinggi dalam memimpin IWAPI Kalsel dan tentunya menjadi warna baru untuk gender perempuan, sementara Saridi juga intens di bisnis dunia pariwisata.


