lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Puluhan pengurus lembaga karate-do Indonesia (Lemkari) Kalsel, melakukan aksi orasi damai di halaman Q Mall Kota Banjarbaru ,pada Sabtu (19/07). Para pengurus Lemkari menyayangkan penggunaan lambang atau logo Lemkari oleh Kepengurusan perguruan Lemkari Gemilang.
Padahal, pada hari yang sama juga sedang berlangsung pelantikan pengurus provinsi Kalsel “Lemkari Gemilang”, berlokasi di Qin Dafam Hotel, atau tak jauh dari aksi orasi oleh pengurus Lemkari Kalsel.
Dalam orasinya, koordinatir aksi menyayangkan penggunaan lambang atau logo Lemkari oleh Kepengurusan Lemkari Gemilang. Massa yang menamakan diri barisan pemilik sah Lemkari, yang didirikan oleh Anton Lesiangi , merasa keberatan dengan penggunaan logo Lemkari oleh Kepengurusan Lemkari Gemilang.
Menurut koordinator aksi Masrani ,Pihaknya mengklaim jika Logo Lemkari yang didirikan oleh Anton Lesiangi, memiliki legalitas yang sah secara hukum, sesuai dengan hasil putusan mahkamah agung dan kementerian hukum dan HAM (Kemenkumham).
“Informasinya hari ini ada pelantikan pengurus organisasi karate, tapi disayangkan memakai logo resmi kami, padahal kami sudah memiliki legalitas yang sah secara hukum,” ujar Masrani.
Sementara Arsyad, yang juga masih terdata sebagai pengurus Lemkari Kalsel mengungkapkan, jika perguruan “Lemkari Gemilang ” berbeda dengan Lemkari, seharusnya memakai logo tersendiri.
“Ini beda perguruan seharusnya mereka punya logo sendiri jangan memakai logo Lemkari,” ungkap Arsyad.
Sementara itu aksi orasi damai berjalan cukup tertib, karena pengamanan ketat oleh pihak kepolisian resort (Polres) Banjarbaru. Setelah melakukan aksi orasi damai para pengurus Lemkari Kalimantan Selatan, kemudian membubarkan diri dengan tertib.
Penulis dan Editor: Dad


