lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Kampoeng Seni Boedaja Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berkolaborasi dengan Nanang Galuh Banjar Kota Banjarmasin menggelar acara budaya bertajuk Panggung Boedaja, bertempat di Gedung Balairung Sari, Taman Budaya Kalimantan Selatan, pada Minggu (21/9/2025) malam.
Acara ini menampilkan pertunjukan utama teater tradisional Mamanda, kesenian khas Banjar yang mengusung nilai-nilai budaya lokal dengan gaya penceritaan khas dan sarat pesan moral.
Ketua Pelaksana Panggung Boedaja 2025, Auni Nazila, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga merupakan upaya konkret untuk menjaga dan merawat identitas budaya masyarakat Banjar.
“Panggung Boedaja bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga media untuk merawat identitas budaya Banjar dan menumbuhkan rasa bangga terhadap seni lokal,” ujarnya.
Kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan kembali kesenian Mamanda kepada generasi muda agar tidak punah, serta menjadikannya relevan di tengah perkembangan zaman.
Diselenggarakan dalam rangkaian Hari Jadi Kota Banjarmasin, acara ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah panjang kota seribu sungai dan kekayaan budayanya. Panggung Boedaja menjadi salah satu wadah untuk menunjukkan bahwa Banjarmasin tidak hanya kaya secara tradisi, tetapi juga layak menjadi destinasi wisata budaya.
Para penyelenggara berharap, Panggung Boedaja dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak ruang-ruang ekspresi seni budaya di Kalimantan Selatan, khususnya bagi kaum muda.
Editor : Tim Redaksi


