• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh
ArtikelOpini

Prabowo di Antara Tokoh-Tokoh Tangguh

lenterakalimantan.com
lenterakalimantan.com
Share
7 Min Read
SHARE

Board of Peace Menguji Batas Politik Luar Negeri Indonesia yang Bebas Aktif.

Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak.

Retorika diplomasi untuk strategi geopolitik internasional yang sering disampaikan Prabowo Subianto. Kini, di Davos, Swiss, 22 Januari 2026, filosofi itu mendapat ujiannya ketika ia menandatangani piagam Board of Peace (BoP) bersama Donald Trump.

Perdamaian Dunia digengaman Pria Tangguh.

Penandatanganan Piagam Board of Peace (BoP) bukanlah seremoni biasa. Kehadiran Prabowo (Presiden Republik Indonesia) bersama Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) dan Viktor Orban (Perdana Menteri Hongaria) mengirimkan pesan yang jauh melampaui diplomasi simbolik.

Board of Peace (BoP) adalah platform kekuasaan alternatif, dibangun di luar tatanan internasional lama. Trump terlihat tidak menyukai institusi. Ia menyukai hubungan personal. Ia menghargai loyalitas simbolik. Dan Prabowo memahami logika ini.

Trump, yang dikenal anti-institusi multilateral tradisional, justru membangun institusi paralel dengan dirinya sebagai ketua seumur hidup dengan hak veto absolut, sebagaimana rincian dalam draf piagam 11 halaman.

Keputusan Indonesia untuk bergabung tidak dapat dibaca sebagai ketundukan. Ia lebih tepat dibaca sebagai kesadaran taktik geopolitik. Yang berangkat dari realitas bahwa multilateralisme sedang melemah. Dunia bergerak ke arah multipolar yang keras dan transaksional.

Sebagian besar sekutu Barat menolak bergabung. Inggris, Prancis, Jerman, dan Norwegia absen dari upacara penandatanganan. Mereka khawatir Board of Peace (BoP) akan menggerogoti legitimasi PBB. Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan mengkritik keras struktur piagam yang melampaui kerangka Gaza dan menimbulkan pertanyaan serius tentang prinsip dan struktur PBB. Trump merespons dengan ancaman tarif 200% untuk anggur dan sampanye Prancis. Pola ini terlihat jelas loyalitas dihargai, kritik dihukum.

Dari Bebas Aktif menuju Bebas Manuver.

Politik Bebas Aktif lahir di era bipolar Perang Dingin. Esensinya adalah Indonesia menjaga kedaulatannya dengan tidak terikat secara permanen pada blok mana pun. Di dunia multipolar hari ini, di mana multilateralisme tradisional melemah dan kekuatan tersebar, Prabowo tampaknya membaca peta dengan cara berbeda. Musuh tidak lagi hanya dua blok raksasa, tapi ketidakpastian dan tekanan dari berbagai arah.

Prabowo tidak meninggalkan Politik Bebas Aktif, tapi menterjemahkan ulang untuk era post-multilateral. Politik Bebas Manuver berarti bergerak di antara semua kekuatan. Bergabung tanpa mengikat. Mendekat tanpa menunduk. dan Hadir tanpa terlarut.

Bergabung dengan Board of Peace (BoP) adalah manuver Prabowo dalam membaca peta geopolitik. Dalam kerangka ini, Board of Peace (BoP) bukan tujuan. Ia adalah alat. Indonesia ingin tercatat sebagai mitra, bukan objek tekanan dikemudian hari. Ini semacam asuransi politik awal. Prabowo mengirim sinyal ke Barat bahwa Indonesia bisa diajak bicara dengan “bahasa mereka”.

Indonesia tidak lagi sekadar tidak memihak, tetapi aktif berpindah dari satu titik kekuatan ke titik lainnya demi kepentingan nasional. Bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) adalah bukti nyata dari kelincahan tersebut.

Kepentingan Nasional di Balik Keputusan Strategis.

Ada kalkulasi keamanan nasional yang strategis di balik keputusan Prabowo. Melalui Board of Peace (BoP), Indonesia kemungkinan mengincar stabilitas di Laut Natuna Utara dengan cara mengunci komitmen AS melalui jalur diplomasi personal yang disukai Trump. Dalam spekulasi geopolitik, tujuan AS adalah mendorong Indonesia secara implisit menolak klaim China di Laut China Selatan; sebuah tujuan yang sejalan dengan kepentingan Indonesia tanpa harus menyatakannya secara eksplisit.

Prabowo juga menghitung bahwa dunia telah berubah menjadi multipolar dengan cepat. Arsitektur keamanan global pasca-1945 sedang ditantang dari berbagai arah. Dalam situasi ini, negara menengah seperti Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan satu institusi atau satu hubungan bilateral. Mereka harus membangun jaring pengaman di berbagai platform sekaligus. Board of Peace (BoP) adalah salah satu jaring itu; bukan satu-satunya, tapi cukup penting untuk tidak diabaikan.

Keputusan ini juga memperkuat citra Prabowo sebagai tokoh tangguh global yang rasional. Prabowo memposisikan diri sebagai realis geopolitik yang pragmatis. Ia berteman dengan semua; Barat, Timur, Utara, Selatan selama menguntungkan kepentingan nasional Indonesia. Dalam pidatonya di Davos, ia menegaskan Indonesia memilih perdamaian daripada kekacauan. Kami ingin menjadi teman bagi semua, musuh bagi tidak ada satu pun.

Mendayung diantara Dua Tatanan.

Politik Bebas Manuver yang saat ini Indonesia perankan menempatkan negara kita di posisi yang sangat menantang. Indonesia sekarang mendayung diantara dua tatanan yang bersaing. Tatanan Lama: PBB, ASEAN Centrality, hukum internasional berbasis aturan. Dengan Tatanan Paralel: Board of Peace (BoP), aliansi minilateral yang dipimpin AS, dan struktur kekuasaan yang berbasis hubungan personal.

Ketika kedua tatanan ini berbenturan, misalnya dalam sengketa di Laut China Selatan. Di forum mana Indonesia akan berdiri? Jika kita memilih PBB dan mekanisme ASEAN, kita tetap diterima dan disegani oleh komunitas internasional yang lebih luas, termasuk China. Jika kita memilih Board of Peace (BoP), kita sangat diterima oleh Trump dan lingkar dalamnya.

Pilihan apa pun bisa menguntungkan Indonesia yang sedang dimainkan oleh Prabowo dengan cerdas. Inilah esensi Politik Bebas Manuver, tidak terikat pada satu platform, tapi memanfaatkan semua platform untuk kepentingan nasional. Namun, ini juga berarti Indonesia harus terus-menerus menyeimbangkan, bernegosiasi, dan menavigasi kontradiksi, sebuah tarian diplomatik yang menguras energi dan berisiko tinggi.

Saya memahami logika strategis di balik keputusan Presiden Prabowo, tetapi saya juga memperingatkan risiko jangka panjangnya. Indonesia harus tetap menjadi pemimpin Global South dan demokrasi besar dengan basis sosial yang kuat. Kita tidak boleh terserap ke dalam orbit kekuasaan personal; apakah itu Trump, Putin, atau Xi Jinping. Politik Bebas Manuver harus dijalankan dengan prinsip yang jelas: kepentingan nasional, nilai-nilai demokratis, dan solidaritas dengan negara-negara berkembang.

Seribu kawan memang terlalu sedikit. Satu musuh memang terlalu banyak. Tapi di antara kawan dan musuh, ada prinsip yang tidak boleh dikompromikan: kedaulatan, keadilan, dan kemanusiaan. Inilah ujian sesungguhnya bagi Politik Bebas Aktif di era Kepemimpinan Prabowo.

Penulis: Bobby Ciputra (Ketua AMSI – Angkatan Muda Sosialis Indonesia)

Editor: CAN

Terpopuler

Profesionalitas ASN
Pemkot Banjarbaru Perkuat Profesionalitas ASN melalui Rakor Kepegawaian
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Pj Bupati Hamida Yakin Revitalisasi Pasar Kapar Rampung Desember Ini, Pedagang Tabalong Diharap Bersabar

Rakor dengan Lembaga dan Organisasi Keagamaan Islam, Menteri Nusron Komitmen Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf

APBD Balangan Dipangkas Rp 400 Miliar, Bupati Abdul Hadi Ekstra Keras Bangun Daerah

Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Semarak Jalan Sehat Syiar Muharam 1446 Hijriah di HKSN

Haji Rahmat Berniat Tahun Depan Bila Hajat Terkabul Akan Mendatangkan NDX AKA dan Denny Caknan, Sesuai Keinginan Anak Muda Tala

Wartawan Dapat Hadiah Umroh Dari Kapolres Kotabaru

Tahun Ini, Bupati Abdul Hadi Bedah Ratusan Rumah Warga Balangan

Komisi III DPRD RI Reses dan Kunker ke Kejati Kalsel

Maksimalkan Pelayanan, Service Kunjung Trio Motor Martadinata Hadir di RSUD Sultan Suriansyah

Peringati HUT TNI Ke-79, Kodim 1022/TNB Gelar Upacara dan Bagikan Sembako Gratis

TAGGED:PrabowoPresiden RITrump
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article BNNK Bartim Tengah Dipersiapkan Untuk Jadi Yang Pertama di Kalteng
Next Article Sultra Industrial Park Menuai Sorotan Diduga Terjadi Tumpang Tindih IUP Hingga Masuk Kawasan Hutan Produksi

Latest News

Betang patuh
DPRD Kalteng Apresiasi Gebyar Reward Betang Patuh, Dorong Kepatuhan Pajak Kendaraan
Uncategorized Juli 28, 2026
PLN
Wali Kota Banjarbaru Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik
KALIMANTAN SELATAN Juli 28, 2026
DPRD Kalsel
DPRD Kalsel Gelar Rapat Paripurna Bahas Perubahan KUPA dan PPAS APBD 2026
KALIMANTAN SELATAN Juli 28, 2026
Sidang kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan gedung lantai dua Kantor Balai arkeologi Provinsi Kalimantan Selatan dengan terdakwa Anisa Septini dan Oki Rezki Gondanawa
PPK dan Konsultan Pengawas Proyek Kantor Balai Arkeologi Provinsi Kalimantan Mulai Disidang
KALIMANTAN SELATAN Juli 28, 2026
plinko gamethorfortune casinothorfortunethorfortunechicken road game
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?