lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kembali beroperasi nelayan cantrang dari Pesisir Utara Pulau Jawa. Membuat Nelayan Kalsel resah Karena sering menebar alat tangkapnya hanya beberapa mile dari daratan dan pulau-pulau yang masuk wilayah Kalsel.
Nelayan dari Kotabaru, Tanah Bumbu dan Tanah Laut, mengaku sering bertemu dengan nelayan cantrang yang sedang menebar jaring di perairan masing-masing. Untuk di Kabupaten Tanah Laut, nelayan asal Pulau Jawa itu sering terlihat di perairan Kecamatan Kintap, Jorong, Panyipatan dan Takisung.
Keberadaan nelayan dari luar Kalimantan dengan peralatan canggih dan alat tangkap yang diduga tidak ramah lingkungan, sangat berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan lokal. Selain itu, mereka menebar jaring suka-suka. Sehingga sering merusak jaring nelayan lokal.
Nelayan Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, sering mendapatkan jaring yang mereka tebar rusak akibat terkena jaring nelayan cantrang. Bahkan ada yang terpaksa kembali ke darat, karena alat tangkapnya rusak semua.
Achyar, salah seorang nelayan Desa Pagatan Besar, mengatakan, beberapa rekannya mengalami kerusakan jaring kepiting rajungan akibat ulah nelayan cantrang. Ada puluhan nelayan yang mengalami nasib rusak jarring.
“Ada yang rusak sebagian, ada yang rusak total akibat terkena jaring nelayan cantrang,” kata Achyar saat dikonfirmasi, Senin (11/4).
Achyar menambahkan, harga satu set jaring kepiting harganya saat ini Rp 500 ribu. Sementara satu nelayan menebar puluhan set atau sekitar 1 mil lebih.
“Bayangkan berapa kerugian nelayan jika jaring kepitingnya rusak semua,” ucap Achyar.
Sementara, H Nursani, nelayan Desa Muara Kintap, Kecamatan Kintap, mengaku sering bertemu dengan nelayan cantrang. Ironisnya di antara nelayan cantrang tersebut, terdapat kapal pengumpul ikan dari Kotabaru.
“Yang saya heran kenapa ada kapal pengumpul ikan asal Kotabaru di perairan dekat beroperasinya kapal cantrang,” kata H Nursani.
Nelayan Kalsel saat ini tinggal berharap kepada pihak-pihak terkait setelah melaporkan temuan ke Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Tala, Satpolairud dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia.
Konflik antara nelayan Kalsel dengan nelayan Pulau Jawa, baik yang menggunakan cantrang, pour seine, bahkan bom ikan, sudah lama berlangsung. Sudah ada beberapa kapal nelayan Pulau Jawa yang dibakar nelayan lokal, baik di Perairan Kotabaru maupun di Perairan Tanah Laut.


