lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Kenaikan harga plastik dan kemasan tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga mulai menekan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terutama yang bergantung pada kemasan sekali pakai.
Salah satu pelaku UMKM, Fahriati, yang berjualan nasi di lingkungan sekolah mengakui seluruh jenis kemasan yang digunakan mengalami kenaikan harga.
“Semua kemasan yang dipakai naik harganya, termasuk plastik dan styrofoam,” ujarnya, Selasa (7/4/26).
“Plastik untuk minuman dari harga Rp6.500 jadi Rp11.500, sedotan dari harga Rp3.500 jadi Rp5.000,” jelasnya.
Kondisi ini membuat pelaku usaha kecil berada dalam posisi sulit, terutama karena segmen pembeli yang sensitif terhadap harga.
“Harapannya agar harga plastik kemasan bisa diturunkan biar membantu para UMKM, apalagi jualan untuk anak-anak, susah untuk dinaikkan harganya,” ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah menyebut kondisi ini juga menjadi momentum untuk mendorong perubahan perilaku penggunaan plastik di masyarakat.
Kepala Seksi Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas DKUMPP Kabupaten Banjar, Elok Yuli Suryanti, menyampaikan bahwa kenaikan harga plastik dapat menjadi peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai.
“Ini juga menjadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik di pasar-pasar tradisional serta mendorong penggunaan tas belanja sebagai alternatif,” katanya.
Editor: Rizki


