lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Sebanyak 1.500 masker dibagikan kepada pengendara dan masyarakat di kawasan Gunung Raja, Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (15/8/2026).
Aksi sosial tersebut digelar Masyarakat Penjaga Alam Indonesia (MPAI) My Darling bersama sejumlah organisasi dan komunitas sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mulai terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Ketua MPAI My Darling, Muhammad Khaidir, mengatakan pembagian masker merupakan langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko paparan asap, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.
“Ini sebagai ikhtiar untuk mencegah ISPA akibat dampak asap karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Tanah Laut,” kata Khaidir.
Menurutnya, kondisi kabut asap perlu mendapat perhatian serius. Selain mengganggu jarak pandang pengguna jalan, paparan asap juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Khaidir berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan selama kondisi karhutla masih terjadi. Warga juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya saat kualitas udara mulai terganggu akibat asap.
Aksi Lanjutan di Titik Lain
Kegiatan pembagian masker tersebut turut melibatkan Karang Taruna Tanah Laut, Karang Taruna Kecamatan Bumi Makmur, Karang Taruna Kecamatan Tambang Ulang, Karang Taruna Desa Gunung Raja, Karang Taruna Desa Pulau Sari, Forza, IKSPI Kera Sakti, Fahmi Ummi Tala, serta Pemerintah Desa Pulau Sari.
Khaidir menegaskan, aksi sosial serupa terbuka untuk kembali dilakukan apabila kabut asap masih terjadi dan potensi karhutla di wilayah Tanah Laut masih tinggi.
“Semoga masker yang dibagikan ini dapat membantu masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar lebih terlindungi dari dampak asap,” pungkasnya.
Editor: Rizki


